Berbagai bentuk ‘Uququl Walidain, diantaranya mencela secara langsung maupun tidak langsung

- Sabtu, 5 November 2022 | 06:21 WIB
Dr. H. Khamim Zarkasih Putro, M. Si. (Dok. Pribadi)
Dr. H. Khamim Zarkasih Putro, M. Si. (Dok. Pribadi)

HARIAN MERAPI - ‘Uququl walidaian atau durhaka kepada kedua orang tua artinya tidak menaatinya, memutuskan hubungan dengan keduanya, dan tidak berbuat baik kepada keduanya.

Meskipun disebut walidain (kedua orang tua), tetapi durhaka kepada salah seorang di antaranya (ayah atau ibu saja) tetap tergolong pada anak durhaka.

Islam melarang keras segala bentuk kedurhakaan seorang anak kepada orang tuanya.

Baca Juga: Berbagai bentuk ‘Uququl Walidain. diantaranya mencela secara langsung maupun tidak langsung

Bahkan, Islam memasukkannya ke dalam dosa-dosa besar yang mengiringi syirik.

Uququl walidain dapat mengakibatkan turunnya adzab bagi pelakunya di dunia, dan merupakan sebab tertolaknya amalan dan salah satu sebab masuk neraka.

Uququl walidain merupakan sikap pengingkaran terhadap keutamaan dan kebaikan, semacam indikasi kekerasan hati dan bentuk kebodohan perilaku serta gejala kekerdilan jiwa.

Hal ini mengingat betapa istimewanya kedudukan kedua orang tua dalam ajaran Islam dan juga mengingat betapa besarnya jasa kedua orang tua terhadap anaknya, yang itu tidak bisa diganti dengan apapun.

Ada banyak perkataan, sikap, dan perbuatan yang termasuk dalam ‘uququl walidain yang harus senantiasa dihindari; diantaranya:

Pertama, mengucapkan perkataan, melakukan perbuatan, dan bersikap yang menyebabkan orang tua bersedih hati, apalagi sampai menangis.

Baca Juga: Enam manfaat dzikrullah bagi umat Islam, di antaranya menambah keteguhan hati

Rasulullah SAW bersabda, "Membuat tangisnya kedua orang tua adalah termasuk durhaka kepadanya” (HR Bukhari).

Tangisan itu disebabkan oleh tersinggung atau sakitnya hati mereka terhadap perkataan atau perbuatan yang dilakukan oleh anaknya.

Berbeda halnya ketika mereka meneteskan air mata karena terharu atau bangga, tentu tidak termasuk bentuk kedurhakaan.

Kedua, melaknat kedua orang tua.

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Keteladanan Nabi Ibrahim AS sebagai Abul Anbiya

Rabu, 8 Februari 2023 | 10:26 WIB

Tujuan Allah SWT menciptakan alam semesta

Selasa, 7 Februari 2023 | 06:24 WIB

Sikap Muslim terhadap Al Qu’ran

Rabu, 1 Februari 2023 | 06:17 WIB
X