Miras Oplosan Renggut Nyawa, Hukuman Tidak Efektif

- Senin, 23 Mei 2022 | 09:30 WIB
Ilustrasi (dok harian merapi)
Ilustrasi (dok harian merapi)



LAMA tak terdengar, kasus miras oplosan kembali menelan korban jiwa. Tiga nyawa melayang setelah menenggak miras oplosan. Ketiganya adalah warga Berbah Sleman.


Tragedi belum usai karena dua orang lainnya masih berjuang antara hidup dan mati. Mereka dalam kondisi kritis setelah pesta miras oplosan di sebuah gudang rosok di Jogotirto Berbah Sleman Senin lalu.

Tiga korban meninggal yang sudah teridentifikasi yakni berinisial AA (42), S (42) dan T, mereka merupakan warga Berbah Sleman. Sedangkan identitas dua orang yang mengalami kritis, masih dalam pendataan.

Baca Juga: Petung Jawa Weton Senin Wage 23 Mei 2022, Punya Antibodi dan Memiliki Bakat Pandai Bicara

Mengapa masih saja ada orang bertindak absurd menganiaya diri sendiri hingga meregang nyawa ? Menenggak miras oplosan jelas bentuk aniaya diri. Karena setelah menenggak miras, pelaku akan mengalami kesakitan hingga berujung kematian. Sudah banyak kasus yang menunjukkan keganasan miras oplosan. Mengapa tak juga kapok ?

Itulah yang belum ditemukan jawabnya. Menenggak miras oplosan, entah seperti apa bentuk oplosannya, selalu rentan nyawa melayang. Bahkan, ada yang aneh-aneh, misalnya mengoplos dengan obat nyamuk dan sejenisnya, yang katanya memberi sensasi tersendiri. Selagi masih ada yang jualan miras oplosan, maka konsumennya selalu ada.

Polisi berhasil membekuk penjual miras, namun masih diselidiki bahan oplosannya. Tentu saja penjual miras ini bakal menghadapi ancaman pidana karena telah mengakibatkan nyawa melayang. Sedang mereka yang meninggal tentu saja tak perlu mempertanggungjawabkan apa-apa.

Baca Juga: Cerita Horor di Toilet Rest Area 2: Ditanya Tidak Menjawab, Tidak Ada Pantulan Wujud di Cermin

Bagaimana dengan mereka yang hidup ? Andai sehat, mereka akan dimintai keterangan polisi. Soal apakah bakal menghadapi ancaman pidana atau tidak, tergantung penyelidikan polisi.

Rasanya hukuman terhadap mereka yang mengonsumsi miras tidak cukup efektif. Sebab, kenyataannya pesta miras terus berlangsung meski secara sembunyi-sembunyi. Polisi harus menertibkan para penjual miras.

Halaman:

Editor: Hudono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Catatan Hendry Ch Bangun: Ombudsman Media

Rabu, 1 Februari 2023 | 12:00 WIB

Sikap Muslim terhadap Al Qu’ran

Rabu, 1 Februari 2023 | 06:17 WIB

Mengapa mengemis daring dilarang, ini sebabnya

Selasa, 31 Januari 2023 | 09:30 WIB

Awas, jangan beli barang curian, ini risikonya

Senin, 30 Januari 2023 | 11:00 WIB

Cegah anak terlibat klitih, orangtua pun perlu dibina

Senin, 30 Januari 2023 | 09:30 WIB

Catatan Hendry Ch Bangun: Setelah kompeten, apa?

Selasa, 24 Januari 2023 | 11:00 WIB
X