• Jumat, 19 Agustus 2022

Ramadhan Sebagai Syahrul Quran, Empat Hal yang Bisa Dilakukan Seorang Muslim untuk Berinteraksi dengan Alquran

- Senin, 11 April 2022 | 03:30 WIB
Dr. H. Khamim Zarkasih Putro, M. Si. (Dok. Pribadi)
Dr. H. Khamim Zarkasih Putro, M. Si. (Dok. Pribadi)

harianmerapi.com - Ramadhan merupakan bulan yang penuh dengan keberkahan dan kemuliaan. Keberkahan terbesar yang dimilikinya dan bermanfaat sepanjang masa adalah peristiwa diturunkannya Kitab Suci Alquran.

Allah SWT berfirman, “Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Quran, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil).” (QS. Al-Baqarah; 2:185).

Allah juga berfirman: “Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan Sesungguhnya Kamilah yang memberi peringatan.” (QS. Ad-Dukhan; 44:3-4).
Dalam ayat lain Allah berfirman: “Sesungguhnya Kami telah menurunkan (Alquran) pada malam qadar/kemuliaan.” (QS. Al-Qadar; 97:1).

Baca Juga: Pemimpin yang Zalim 23: Berawal dari Sandiwara Berubah Jadi Simpati dan Tumbuh Benih-benih Cinta

Maka, jelaslah bahwa peristiwa awal turunnya Alquran adalah pada bulan Ramadhan sehingga dijuluki dengan Syahrul Quran (Bulan Alquran).

Alquran diturunkan kepada manusia mempunyai fungsi dan tujuan sebagai berikut: (1) Sebagai hudan, artinya petunjuk bagi kahidupan manusia (QS, Al-Baqarah, 2: 2).

(2) Sebagai rahmat, artinya keberuntungan yang diberikan Allah dalam bentuk kasih sayang Nya (QS, Luqman, 31: 2-3).

(3) Sebagai furqon, artinya pembeda antara yang baik dengan yang buruk, halal dengan haram, salah dengan benar, indah dengan jelek, yang dapat dilakukan dengan yang dilarang (QS, Al-Baqarah, 2: 185).

(4) Sebagai mauidhah, artinya pengajaran, bimbingan umat untuk mencapai bahagia hidup di dunia dan akhirat (QS, Al-A’raf, 7: 145).

(5) Sebagai nur, artinya cahaya yang menerangi kehidupan manusia (QS, Al-Maidah, 5: 46).

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X