• Sabtu, 28 Mei 2022

Malu Hamil di Luar Nikah, Diam-diam Kubur Mayat Bayi, Ibu-Anak di Kulon Progo Jadi Tersangka

- Senin, 24 Januari 2022 | 21:07 WIB
Salah satu tersangka kubur mayat bayi saat diperiksa penyidik Polres Kulon Progo (FOTO: HUMAS POLRES KULON PROGO)
Salah satu tersangka kubur mayat bayi saat diperiksa penyidik Polres Kulon Progo (FOTO: HUMAS POLRES KULON PROGO)

KULON PROGO, harianmerapi.com - Kasus penemuan mayat bayi di wilayah Bandung, Donomulyo, Nanggulan, Kulon Progo yang sempat menghebohkan warga setempat pada 21 Desember 2021 memasuki babak baru. Polisi akhirnya menetapkan dua tersangka dalam kasus ini yakni SKN (51) dan ARF (27) yang merupakan nenek dan pakde bayi tersebut.

Keduanya ditetapkan sebagai tersangka karena nekat menguburkan mayat bayi diam-diam di samping rumah.

Mayat bayi yang ditemukan warga merupakan anak dari UH (23), putri SKN yang hamil di luar nikah. Karena malu, UH nekat melahirkan di rumah tanpa bantuan tenaga medis pada 21 Desember 2021, hingga sempat mengalami kritis.

Baca Juga: Keroyok Lansia 89 Tahun Sampai Tewas, 14 Orang Diringkus Polisi

Nyawa bayi yang dilahirkannya tidak terselamatkan kemudian dikuburkan SKN dan ARF di samping rumah mereka.

"Barangsiapa mengubur, menyembunyikan, mengangkut atau menghilangkan mayat dengan maksud hendak menyembunyikan kematian atau kelahiran orang itu, dihukum penjara selama-lamanya sembilan bulan atau denda sebanyak-banyaknya Rp 4.500 sebagaimana diatur dalam Pasal 181 KUHP," kata Kasi Humas Polres Kulon Progo, Iptu I Nengah Jeffry, Senin (24/1/2022).

Meski demikian, SKN dan ARF tidak ditahan lantaran ancaman hukuman dalam Pasal 181 KUHP adalah sembilan bulan penjara. Kedua tersangka juga dinilai kooperatif sehingga hanya diwajibkan apel.

Baca Juga: Heboh Bakso Ayam Tiren Produksi Jetis Bantul, Dijual di 3 Pasar Tradisional di Kota Jogja

Terkait hasil visum terhadap mayat bayi, dijelaskan Jeffry, bayi malang tersebut dinyatakan meninggal karena minum air ketuban. Dalam kasus itu, juga tidak ada penanganan medis sehingga menyebabkan kematian bayi.

"Bayi tersebut sudah meninggal sebelum dimakamkan SKN dan ARF," ucapnya.
Kasus penemuan mayat bayi di wilayah Bandung, Donomulyo, Nanggulan ini sebelumnya berawal dari kecurigaan warga setempat karena UH mengalami pendarahan hingga kritis dan dilarikan keluarganya ke rumah sakit.

Halaman:

Editor: Herbangun Pangarso Aji

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X