• Senin, 3 Oktober 2022

Kemendikbudristek tetap prioritaskan implementasi Kurikulum Merdeka, ini alasannya...

- Minggu, 3 Juli 2022 | 16:45 WIB
Tangkapan layar Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Iwan Syahril.  (ANTARA/HO- Humas Kemendikbudristek)
Tangkapan layar Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Iwan Syahril. (ANTARA/HO- Humas Kemendikbudristek)

JAKARTA, harianmerapi.com - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) tetap memprioritaskan implementasi Kurikulum Merdeka, untuk memulihkan pendidikan nasional dengan menggunakan Kurikulum Merdeka yang disesuaikan kondisi saat ini.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbudristek Iwan Syahril mengatakan, penerapan Kurikulum Merdeka akan semakin mempercepat pemulihan pendidikan nasional.

Menurutnya, dengan menerapkan tahapan penting yaitu asesmen awal pembelajaran dan pembelajaran terdiferensiasi pada Kurikulum Merdeka, maka akan berfokus terhadap peserta didik.

Baca Juga: Mengenakan busana bermotif ramalan zodiak, mengapa tidak?

Hal itu untuk mengimplementasikan pembelajaran yang menyenangkan dan sesuai minat, kebutuhan, serta karakteristik siswa.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada sekolah-sekolah dan para guru yang telah menerapkan program ini dan berharap minat belajar para siswa semakin tinggi sehingga kualitas pendidikan nasional turut meningkat,” kata Iwan dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (3/7/2022).

Pendidik dari Sekolah Bina Cita Utama Palangka Raya Indriyati Herutami mengatakan dengan tahapan asesmen awal pembelajaran dan pembelajaran terdiferensiasi itu menyempurnakan Kurikulum Merdeka, karena berpusat kepada murid.

Baca Juga: Inilah lima drama Korea yang layak anda simak

“Saat kita mengajarkan sesuatu kita perlu tahu murid kita sudah pada tahap mana, asesmen awal pembelajaran ini berguna untuk mengetahui proses belajar dari murid maupun tenaga didik," kata dia.

Indriyati mengatakan, tahapan ini mempermudah tenaga didik untuk mengetahui metode yang tepat dan efektif untuk pembelajaran. Hal ini akan berdampak kepada kemajuan pembelajaran siswa dan bagaimana tenaga guru memodifikasi pembelajaran agar disambut antusias oleh murid. Dengan begitu, siswa lebih semangat dan inisiatif dalam mengikuti pelajaran.

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X