HARIAN MERAPI - Salah satu cara untuk mengurangi angka kecelakaan lalu lintas yang dapat diterapkan dalam bidang pendidikan, yaitu dengan meningkatkan mutu pendidikan keselamatan lalu lintas.
Adanya program Erasmus+ ASIASAFE termasuk sebagai upaya solusi untuk mengurangi angka kecelakaan lalu lintas. Pasalnya, program ASIASAFE ini berfokus pada keselamatan lalu lintas jalan, masalah kesehatan, sosial, dan ekonomi yang berkembang di dunia.
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pun berusaha bisa berperan dalam membantu mengurangi angka kecelakaan lalu lintas, sehingga mengirim delegasi untuk menghadiri 8th Consortium Workshop Erasmus+ CBHE ASIASAFE di University of Porto (Universidade Do Porto), Portugal selama lima hari, baru-baru ini.
Baca Juga: Bareskrim Periksa Nindy Ayunda Sebagai Saksi Hari ini
Menurut Project Manager Erasmus+ ASIASAFE UMY, Dr. Ir. Noor Mahmudah, ST, M.Eng., IPM, ASEAN Eng, dua mahasiswa Magister Teknik Sipil UMY konsentrasi Keselamatan Lalu Lintas dan Jalan, yaitu Zulfan Muhammad Ihza dan Mashuda Abdul Karim diutus untuk mengikuti program tersebut.
“Keduanya juga mendapatkan beasiswa Erasmus+ CBHE ASIASAFE untuk mengikuti Summer School sebagai kegiatan Student Mobility di Fakultas Teknik, University of Porto, Portugal selama 2 minggu,” ungkapnya.
Selain itu, dua mahasiswa UMY yang terpilih tersebut juga mendapatkan dana dari program ASIASAFE untuk mengikuti pembelajaran di sejumlah perguruan tinggi di Uni Eropa (Swedia, Portugal, Italia) secara bertahap.
“Saya sendiri selaku dosen penanggung jawab program tersebut secara rutin menghadiri Consortium Workshop untuk melaporkan program kegiatan di Perguruan Tinggi masing-masing,” paparnya.
Ditambahkan Noor, program ASIASAFE merupakan program yang bertujuan untuk mengembangkan, mengadaptasi, dan menerapkan kurikulum yang maju dan modern dalam keselamatan lalu lintas jalan menurut standar keselamatan lalu lintas Uni Eropa.
Sementara itu Rektor UMY, Prof. Dr. Ir. Gunawan Budiyanto, MP, IPM saat ikut menghadiri pembukaan program Erasmus+ ASIASAFE di Portugal, antara lain ada pembahasan mengenai road safety system dan pembuatan handbook.
Baca Juga: Gelar Rapat Pleno di Yogya, Begini Dukungan PP IPPAT Antisipasi Praktik Mafia Tanah
Handbook tersebut membahas tentang hal-hal yang berhubungan dengan upaya menurunkan angka kecelakaan lalu lintas atau transportasi darat dengan melibatkan project officer, project leader, dan project member yang terdiri dari dosen-dosen member ASIASAFE.
“Disamping mendirikan bidang kajian road safety system, kami juga membuat satu handbook yang berhubungan dengan segala macam tentang bagaimana kita meningkatkan keamanan transportasi,” jelas Prof Gunawan.
Artikel Terkait
Sembilan Prodi di UMY terpilih sebagai tujuan dari BPI Kemendikbudristek 2023, berikut ini daftarnya
Kepala Perpustakaan UMY terpilih sebagai Pustakawan Berprestasi Terbaik Tingkat Nasional 2023
Dianggap belum memenuhi kebutuhan penjaminan, DPD RI dan UMY gelar uji sahih rancangan Undang-undang
Mahasiswa Vokasi UMY raih juara 1 dan Best Presentation lomba Scientific Fair 2023 di UNY
General Check Up Digelar 3 Hari, Rektor UMY: Jika Terdapat Penyakit Dapat Segera Tertangani