• Rabu, 1 Desember 2021

Cara Unik Warga Pedesaan di Magelang Memperingati HUT ke-76 RI , Bawa Kambing dan Sapi

- Selasa, 17 Agustus 2021 | 12:25 WIB
Sejumlah warga Dusun Sudimoro, Desa Baleagung, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah melakukan sikap hormat saat rangkaian upacara HUT Ke-76 RI yang dikemas ala perdesaan setempat, Selasa (17/8/2021).  (ANTARA/Hari Atmoko)
Sejumlah warga Dusun Sudimoro, Desa Baleagung, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah melakukan sikap hormat saat rangkaian upacara HUT Ke-76 RI yang dikemas ala perdesaan setempat, Selasa (17/8/2021). (ANTARA/Hari Atmoko)

Di sela upacara, mereka melakukan performa gerak, antara lain mencangkul tanah, mencari rumput, memberi makan ternak sapi dan kerbau, membuat anyaman tas, batu bata, dan tempe. Para peserta upacara dan warga lainnya yang menyaksikan kegiatan itu menerapkan protokol kesehatan, antara lain selain mengenakan masker juga menerapkan jaga jarak.

"Karena kegiatan sangat dibatasi, kita membikin upacara dalam skala kecil, tetap memenuhi protokol kesehatan. Kalau dari kapasitas lapangan ini, pesertanya 25-30 persen, sesuai anjuran pemerintah," kata Kadus Sih Agung.

Seorang mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta di dusun setempat, Yelly Ekaputri, membacakan narasi berjudul "Negeri Kami" antara lain berisi tentang kehidupan warga desa dengan berbagai mata pencaharian, aktivitas pelajar, dan kegiatan pekerja yang sedang menghadapi kesulitan, terutama karena pandemi.

Baca Juga: Atraksi Pesawat Tempur TNI AU Saat HUT ke-76 RI Jadi Perhatian Warga

Mereka dinarasikan tetap bersemangat menjalani kehidupan di negeri yang merdeka itu meskipun dalam situasi pandemi.

Rekaman tembang Jawa bersumber dari refrain guritan "Panyuwunan" dalam buku "Sraddha Jalan Mulia Dunia Sunyi Jawa Kuno", karya pakar Sastra Jawa Kuno Romo Ignatius Kuntara Wiryamartana S.J. (1946-2013), mengiringi pembacaan narasi "Negeri Kami" tersebut. Di kanal Youtube, tembang "Panyuwunan" dengan ragam musiknya viral sejak beberapa bulan terakhir, terutama karena dianggap tepat menempatkan manusia dalam situasi pandemi.

Selain untuk memperingati HUT Ke-76 RI, kata Sih Agung, kegiatan itu juga sebagai refleksi pentingnya membangun semangat kehidupan warga setempat yang optimistis di tengah pagebluk.

Baca Juga: Musikal Hanacaraka Bangkitkan Sastra Lokal, Digelar Dinas Kebudayaan Kota Yogya

"Harapan kita bersama, kita saling bahu-membahu, terutama di tengah kondisi pandemi. Supaya kita 'luwar sengkala' (terbebas dari keburukan, bahaya, atau musibah, red.)," ujarnya.

Dalam kehidupan di tengah pandemi, kata dia, warga dengan berbagai mata pencaharian tetap optimistis menjalani kehidupan dengan harapan situasi sulit karena pagebluk selama lebih dari 1,5 tahun ini bisa segera diatasi secara bersama-sama dalam semangat persatuan dan kesatuan.

Halaman:

Editor: Hudono

Sumber: Antara

Artikel Terkait

Terkini

X