Peningkatan peran perempuan dalam politik dimulai dengan peningkatan literasi

- Selasa, 6 Desember 2022 | 22:03 WIB
Anggota Bawaslu Lolly Suhenty.  (Bawaslu RI/Ranap Tumpal S)
Anggota Bawaslu Lolly Suhenty. (Bawaslu RI/Ranap Tumpal S)

HARIAN MERAPI - Peningkatkan peran serta perempuan dalam politik dapat dimulai dengan peningkatan literasi sehingga lebih kritis dalam menentukan pilihan dan terlibat dalam pengawasan partisipatif.

“Perempuan Indonesia secara keseluruhan masih minim mendapatkan akses informasi. Bawaslu saat ini banyak mendorong program pencegahan dengan selalu melibatkan perempuan," kata Anggota Bawaslu Lolly Suhenty, Selasa(6/12/2022).

Lolly Suhenty mengatakan itu pada Seminar Langkah Strategis Peningkatan Keterwakilan Perempuan Pada Pemilu 2024 dengan tema Peran Partai Politik dalam Mendukung Peningkatan Jumlah Perempuan di Parlemen pada Pemilu 2024 di Jakarta, Selasa (6/12/2022).

Baca Juga: 800 orang calon PPK Kabupaten Temanggung mengikuti CAT

Selain itu, pada acara yang diselenggarakan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak itu Lolly mengatakan perlunya para calon perempuan berjuang dari awal proses kontestasi politik praktis.

Dia mengatakan ke depannya kalangan perempuan lebih kritis menentukan pilihan sehingga akan melahirkan pemimpin terbaik.

"Kuncinya satu, kalangan perempuan mendapatkan literasi yang cukup soal kepemiluan atau pengawasan partisipatif,” terang Lolly Suhenty.

Perempuan kelahiran Cianjur, 28 Februari, 44 tahun silam ini lantas merefleksikan data Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia (Puskapol UI) hasil Pemilu 2019 lalu.

Baca Juga: Angin puting beliung terjadi di Bantul, ini fakta dan data sementara kerusakan

Dari data itu, latar belakang caleg perempuan terpilih Pemilu 2019 yang terbesar adalah aktivitis partai sebanyak 53 persen, kedua sebanyak 41 persen memiliki kekerabatan politik dengan elite, dan perempuan yang terpilih dari profesional sebesar 6 persen.

“Makna dari potret hasil Pemilu 2019 itu bagi kader partai seharusnya menjadi momen untuk beraktivitas di partai dan memperjuangkan banyak hal dari awal,” kata dia.

Dia mengatakan kekerabatan dalam trah keluarga itu boleh saja. Tantangannya adalah merekatkan kader perempuan dari berbagai latar belakang.

Baik yang berasal dari partai politik, yang punya kekerabatan, maupun di luar itu yang mempunyai potensi.

Baca Juga: Prosesi akad nikah Kaesang-Erina akan berlangsung Sabtu mendatang, Kaesang minta maaf kepada masyarakat

Halaman:

Editor: Husein Effendi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X