Tujuh kecamatan di Kulon Progo tergenang banjir, sejumlah anak dan lansia dievakuasi

- Selasa, 6 Desember 2022 | 07:19 WIB
Kepolisian Sektor Temon melakukan pengaturan lalu lintas jalan Nasional Yogyakarta-Purworejo akibat terendam banjir.  (ANTARA/HO-Dokumen Polres Kulon Progo)
Kepolisian Sektor Temon melakukan pengaturan lalu lintas jalan Nasional Yogyakarta-Purworejo akibat terendam banjir. (ANTARA/HO-Dokumen Polres Kulon Progo)

HARIAN MERAPI - Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Kulon Progo pada Senin (5/12/2022), menyebabkan tujuh kecamatan di wilayah ini tergenang banjir dan tanah longsor.

Kepala Pelaksana BPBD Kulon Progo Joko Satya Agus Nahrowi di Kulon Progo, Selasa (6/12), mengatakan tujuh kecamatan yang terkena bencana hidrometeorologi banjir, yakni Kokap, Temon, Wates, Panjatan, Lendah, Galur, dan Sentolo. Kemudian, tanah longsor di Sentolo dan Kokap.

"Pagi ini, kami menerjunkan tim reaksi cepat (TRC) untuk mengecek ke lokasi banjir untuk mengetahui dampak banjir ini," kata Joko Satyo seperti dikutip dari Antara.

Baca Juga: Jembatan Gladak Perak Lumajang kembali rusak dihantam erupsi Gunung Semeru

Ia mengatakan banjir ini disebabkan terjadinya hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan anak-anak sungai, seperti Sungai Papah, Sungai Seling, dan Sungai Kanjangan meluap.

Kemudian wilayah yang biasanya tidak banjir, pada Senin (5/12) terendam banjir, yakni jalan bawah tanah Milir, dan Tapen. Kemudian wilayah Cerme, Gotakan.

"Saat ini kondisi sudah mulai normal kembali," ujarnya.

Tim Pencarian dan Pertolongan Basarnas Yogyakarta mengevakuasi lima warga Kalimenur, Desa Sukoreno, karena rumahnya terendam banjir akibat Sungai Papah meluap pada Senin (5/12) malam.

Baca Juga: Mengintip kesiapan Pendopo Agung Royal Ambarukmo, tempat prosesi pernikahan Kaesang-Erina

Halaman:

Editor: Sutriono

Sumber: ANTARA

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kulon Progo bangkitkan seni dagelan Mataram

Senin, 5 Desember 2022 | 18:21 WIB
X