Wisata murah di tengah Kota Salatiga, nikmati kolam legendaris jaman Belanda sering disebut Kaligedong

- Senin, 5 Desember 2022 | 20:15 WIB
Kolam renang Kalitaman Salatiga yang berada di tengah kota dan nyaman untuk dikunjungi. ( Foto: Direktori Pariwisata)
Kolam renang Kalitaman Salatiga yang berada di tengah kota dan nyaman untuk dikunjungi. ( Foto: Direktori Pariwisata)

HARIAN MERAPI - Menikmati jalan-jalan kota (city tour) di Kota Salatiga yang berhawa sejuk tidak lengkap jika anda tidak mampir untuk menikmati keindahan kolam renang ternama,yakni pemandian Kalitaman yang terletak di tengah Kota Salatiga, Jawa Tengah.

Warga banyak menyebutnya dengan sebutan Kaligedong karena dulu merupakan pemandian bagi kalangan warga kasta atas (kulit putih).

Saat ini pemandian ini menjadi favorit warga di Salatiga untuk berenang dan bersantai. Di pelataran pemandian ini juga banyak dijual makanan ringan dan minuman.

Baca Juga: Kulon Progo bangkitkan seni dagelan Mataram

Dari berbagai literatur sejarah, kolam yang terletak di dekat bundaran Tamansari Salatiga ini, sejak Salatiga menjadi pemerintahan kotapraja (gemeente) pada 1927 menjadi tempat yang indah pemerintah kolonial Belanda.

Dikutiip dari Salatigatourism.com milik Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Salatiga, salah satunya adalah sarana pemandian yang berada di Kalitaman, yang berada tak jauh dari kediaman assistent resident yang dibangun sekitar 1928.

Warga saat itu menyebutnya dengan Badplaats Kalitaman. Dalam buku Salatiga Sketsa Kota Lama karangan Eddy Supangkat disebutkan fasilitas pemandian Kalitaman di era tersebut terbilang mewah, tidak semua warga bisa menikmatinya.

Baca Juga: Disbudpar Salatiga bina puluhan pelaku kuliner, fasilitasi kerjasama Bank BNI

Pemandian Kalitaman ini hanya diperuntukkan bagi warga kulit putih (Belanda/Eropa). Karena alasan itu, sebagian warga lantas menyebut pemandian Kalitaman dengan pemandian Kaligedong.

Kolam Kalitaman berukuran 20 x 15 meter yang dikenal dengan kesegaran airnya. Pemandian ini dibagi dua untuk tempat renang, khusus laki-laki berada di sebelah utara pemandian, sedangkan kaum perempuan di sebelah selatan.

Selanjutnya, dari situ muncul penyebutan Kali Lanang dan Kali Wedok. Air yang mengalir ke utara pemandian memunculkan sebuah kubangan yang mirip telaga.

Baca Juga: Pemerintah siapkan 200 hunian tetap untuk relokasi tahap pertama korban gempa Cianjur

Lambat laun debitnya semakin banyak. Salah satu warga setempat lantas berinisiatif menyediakan gethek yang disewakan bagi orang-orang yang ingin berwisata air. Akhirnya orang menyebutnya dengan Kali Gethek.

Jam operasional pemandian ini, hari Senin-Jumat pukul 08:00-17:00 dan Sabtu-Minggu lebih pagi pagi pukul 07:00-17:00 .

Kolam renang Kalitaman ini dari catatan sejarah pasca kemerdekaan Indonesia menjadi kolam renang yang digunakan pada PON Pertama di Solo, dan lomba renang diadakan di kolam renang Kalitaman Salatiga ini.* 

Editor: Widyo Suprayogi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X