Jika cukup bukti, JPW minta polisi tetapkan tersangka penusukan di Sosrowijayan Jogja

- Rabu, 23 November 2022 | 09:30 WIB
Kabid Humas Jogja Police Watch, Baharuddin Kamba  (Foto-Yusron Mustaqim)
Kabid Humas Jogja Police Watch, Baharuddin Kamba (Foto-Yusron Mustaqim)

HARIAN MERAPI - Jogja Police Watch (JPW) meminta polisi melakukan pengusutan kasus dugaan penganiayaan di sekitar kawasan Malioboro tepatnya di Jalan Sosrowijayan Gedongtengen Kota Yogyakarta.

Kasus tersebut harus tetap dilanjutkan pada proses hukum berikutnya yakni penetapan tersangka.

"Karena seharusnya mudah dan tidak butuh lama bagi pihak kepolisian untuk menentukan status hukum (tersangka) terhadap korban Danang Ismail Saleh (DIS) karena berdasar video viral yang beredar luas kemarin Senin (21/11/2022) pagi itu seharusnya mudah dan tidak butuh waktu lama bagi kepolisian untuk menentukan status hukum (tersangka) atas kasus yang dapat mencoreng citra Yogyakarta sebagai kota wisata, budaya dan pelajar," kata Baharuddin Kamba, Kabid Humas Jogja Police Watch (JPW) kepada wartawan, Selasa (22/11/2022).

Baca Juga: Polisi tangkap enam terduga pelaku penganiayaan terhadap warga Gunungkidul di Jalan Sosrowijayan Jogja

Jika pihak kepolisian memiliki minimal dua alat bukti yang cukup, maka polisi jangan ragu menetapkan tersangka dalam kasus ini.

Toh polisi telah menangkap sejumlah terduga pelaku dalam kasus penusukan yang terbilang sadis dan ngeri ini.

Seperti diketahui Senin (21/11/2022) beredar video penusukan diduga menggunakan senjata tajam seorang pria terhadap pria lain yang terjadi di depan Hotel Summer Season Boutique Jalan Sosrowijayan, sisi ruas jalan Malioboro Jogja.

Baca Juga: Pengunjung Diorama Arsip Jogja berbayar, bikin vlog Rp250 ribu, tuai banyak komentar

Seorang pria tersebut meskipun minta ampun namun aksi penusukan yang dilakukan pelaku tetap saja dilalukan.

JPW berharap kasus ini segera dituntaskan agar lebih memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat sekitar termasuk para wisatawan yang berkunjung di kawasan Malioboro Kota Jogja.

Menurutnya, hentikanlah cara-cara kekerasan karena bangsa Indonesia khususnya masyarakat Jogja dikenal sebagai peramah bukan pemarah. *

Editor: Sutriono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X