• Kamis, 8 Desember 2022

127 orang meninggal akibat kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang, LPSK: harus ada yang bertanggung jawab

- Minggu, 2 Oktober 2022 | 08:30 WIB
Aparat keamanan menembakkan gas air mata untuk menghalau suporter yang masuk lapangan usai pertandingan sepak bola BRI Liga 1 antara Arema melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022).  (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto)
Aparat keamanan menembakkan gas air mata untuk menghalau suporter yang masuk lapangan usai pertandingan sepak bola BRI Liga 1 antara Arema melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022). (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto)

HARIAN MERAPI - Kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang mengakibatkan 127 orang meninggal, usai laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya Sabtu malam.


Hingga saat ini belum ada pihak yang menyatakan bertanggung jawab atas tragedi Kanjuruhan tersebut.


Mayoritas korban meninggal karena kehabisan napas dan pingsan setelah polisi menembakkan gas air mata di dalam stadion.

Baca Juga: 127 orang meninggal akibat kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang, dapat sorotan media internasional


Berkenaan kejadian tersebut, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menegaskan harus ada pihak bertanggung jawab atas tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, yang menewaskan 127 orang.

"Ini bukan lagi musibah, tapi tragedi. Harus ada yang bertanggung jawab," kata Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu di Jakarta, Minggu.

Edwin mengatakan ratusan korban jiwa yang meninggal dunia usai pertandingan Arema FC berhadapan dengan Persebaya Surabaya tersebut bukan perkara statistik melainkan soal nyawa manusia.

Baca Juga: 127 orang meninggal akibat kericuhan di Stadion Kanjuruhan Malang, Manajemen Arema FC sampaikan duka cita

"Korban itu bukan statistik tapi tubuh bernyawa seperti kita," tambahnhya.

Halaman:

Editor: Hudono

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X