• Rabu, 30 November 2022

127 orang meninggal akibat kericuhan di Stadion Kanjuruhan Malang, Manajemen Arema FC sampaikan duka cita

- Minggu, 2 Oktober 2022 | 07:45 WIB
Foto arsip. Logo Arema FC.  (ANTARA/Vicki Febrianto)
Foto arsip. Logo Arema FC. (ANTARA/Vicki Febrianto)



HARIAN MERAPI -  Manajemen Arema FC menyampaikan duka cita mendalam atas jatuhnya korban dalam peristiwa kericuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang Sabtu malam.


Kericuhan itu mengakibatkan 127 orang meninggal dunia, mayoritas karena kehabisan napas setelah polisi menembakkan gas air mata di dalam stadion.

Musibah terburuk dalam sejarah persepakbolaan nasional itu terjadi pada pekan ke-11 kompetisi Liga 1 Indonesia 2022 di Stadion Kanjuruhan, Malang.

Baca Juga: Persebaya kalahkan Arema 3-2, berakhir ricuh, 127 orang meninggal dunia


Atas kejadian tersebut, manajemen Arema FC membentuk Crisis Center.

"Arema FC menyampaikan duka mendalam atas musibah di Kanjuruhan. Manajemen Arema FC turut bertanggung jawab untuk penanganan korban baik yang telah meninggal dunia dan yang luka-luka," kata Ketua Panpel Arema FC, Abdul Haris dikutip dari laman resmi tim, Minggu.

Sebagai tindak lanjut, Manajemen Arema FC juga membentuk Crisis Center atau Posko Informasi korban untuk menerima laporan dan penanganan korban yang dirawat di rumah sakit.

Baca Juga: 127 orang meninggal akibat kericuhan di Stadion Kanjuruhan Malang, mayoritas di dalam stadion kehabisan napas

 

"Manajemen juga akan membentuk Crisis Center atau posko informasi yang menghimpun dan menerima laporan untuk penanganan korban yang dirawat di rumah sakit," kata Haris menambahkan.

Halaman:

Editor: Hudono

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X