• Sabtu, 26 November 2022

LPSK sebut istri Ferdy Sambo sulit diajak komunikasi sebagai pemohon perlindungan

- Senin, 26 September 2022 | 11:50 WIB
Pasangan suami-istri tersangka, Irjen Pol Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi, keluar dari rumah dinasnya yang menjadi TKP pembunuhan Brigadir J di Jalan Duren Tiga Barat, Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta, Selasa (30/8/2022).  (ANTARA FOTO/Asprilla D Adha)
Pasangan suami-istri tersangka, Irjen Pol Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi, keluar dari rumah dinasnya yang menjadi TKP pembunuhan Brigadir J di Jalan Duren Tiga Barat, Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta, Selasa (30/8/2022). (ANTARA FOTO/Asprilla D Adha)

HARIAN MERAPI - Istri Ferdy Sambo Putri Candrawathi sempat mengajukan perlindungan ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) pasca kasus kematian Brigadir J terungkap ke publik.

Namun demikian, LPSK menilai Putri tak seperti pemohon lainnya yang memang membutuhkan perlindungan dari LPSK.

Alasan tersebut dijelaskan LPSK lantaran Putri sebagai pemohon perlindungan tidak bisa diajak berkomunikasi.

Baca Juga: Heboh, Putri Candrawathi tak ditahan, pengamat: menyakiti keadilan masyarakat, pertanyakan sikap Polri

"Satu-satunya pemohon sepanjang LPSK berdiri yang tidak bisa, tidak mau dia menyampaikan apapun kepada LPSK," terang Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu, kepada awak media, Senin (26/9/2022), seperti dikutip dari pmjnews.com.

Masih dari keterangan Edwin, permohonan perlindungan yang diberikan LPSK seharusnya bersifat sukarela.

Baca Juga: Kapolri terbitkan surat telegram, 30 perwira dimutasi

Tetapi, pemohon diharapkan tetap berperan aktif dalam setiap prosedur yang ditetapkan LPSK untuk mendapatkan perlindungan.

"Dia (Putri) yang butuh LPSK, bukan LPSK butuh Ibu PC. Ibu PC yang butuh permohonan, artinya Ibu PC butuh perlindungan LPSK, tapi tidak antusias, ungkapnya.

Halaman:

Editor: Sutriono

Sumber: PMJ News

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mengenal Ki Joko Bodo saat hijrah

Selasa, 22 November 2022 | 18:55 WIB
X