• Sabtu, 26 November 2022

Pasar hewan di Sukoharjo masih tutup, capaian vaksinasi PMK baru 30 persen

- Selasa, 20 September 2022 | 12:00 WIB
Peternak mengandalkan penjualan langsung dari peternakan karena pasar hewan masih ditutup.  (Foto: Wahyu Imam Ibadi)
Peternak mengandalkan penjualan langsung dari peternakan karena pasar hewan masih ditutup. (Foto: Wahyu Imam Ibadi)


HARIAN MERAPI- Vaksinasi hewan ternak diprioritaskan sapi baru mencapai 30 persen dari total target 30.000 ekor sapi. Kondisi tersebut membuat semua pasar hewan di Kabupaten Sukoharjo masih ditutup sejak sekitar Juni sampai September ini.


Kebijakan tersebut diambil sebagai bentuk antisipasi penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak.

Kepala Bidang (Kabid) Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo Arif Rahmanto, Selasa (20/9) mengatakan, capaian vaksinasi hewan ternak terkait penyebaran PMK di Kabupaten Sukoharjo baru mencapai 30 persen dari total target 30.000 ekor sapi. Vaksinasi terkendala stok vaksin yang sepenuhnya mengandalkan kiriman dari pemerintah mengingat pengadaan menjadi kewenangan pusat.

Baca Juga: Anda belum mendapat subsidi upah ? Cek lagi persyaratannya, ini info lengkapnya

Stok vaksin di Kabupaten Sukoharjo sekarang kosong mengingat sudah habis digunakan semua untuk pelaksanaan vaksinasi hewan ternak. Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo sekarang sudah mendapatkan surat pemberitahuan untuk mengambil sebanyak 5.000 dosis vaksin hewan ternak.

Pengambilan vaksin hewan ternak tersebut akan dilakukan secepatnya. Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo selanjutnya akan langsung melaksanakan vaksinasi hewan ternak diprioritaskan pada sapi.

Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo memprioritaskan vaksinasi hewan ternak pada sapi sesuai kebijakan dari pemerintah pusat. Total ada 30.000 ekor sapi terdata dan sebarannya merata di 12 kecamatan. Populasi hewan ternak sapi di masing-masing berbeda. Populasi paling tinggi berada di wilayah Kecamatan Tawangsari, Weru, Bulu, Mojolaban dan Polokarto.

Baca Juga: Presiden Jokowi resmikan dua jalan tol sekaligus, tol Cibitung-Cilincing dan Serpong-Balaraja

Sapi tersebut diternak baik dikelola perorangan maupun kelompok. Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo terus memantau kondisi hewan ternak dan kondisi kesehatannya sebagai antisipasi penyebaran PMK.

"Kasus PMK memang sudah melandai. Tapi kami pastikan dulu dengan segera menyelesaikan vaksinasi hewan ternak diprioritaskan sapi. Para peternak tetap kami minta selalu melakukan antisipasi agar tidak terjadi lonjakan kasus PMK lagi," lanjutnya.

Halaman:

Editor: Hudono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ini sikap Pj Walikota Salatiga terhadap SKPD yang bandel

Selasa, 22 November 2022 | 18:15 WIB

Mahkamah Agung putuskan KSP Intidana batal pailit

Minggu, 20 November 2022 | 18:30 WIB
X