• Kamis, 29 September 2022

Indonesia bisa jadi produsen kendaraan listrik, ini syaratnya menurut Pakar

- Jumat, 12 Agustus 2022 | 19:41 WIB
Menteri Koordinator Bidang Ekonomi Airlangga Hartarto dalam penutupan The 6th ASEAN-Italy High Level Dialogue, Rabu (6/7/2022).  (ANTARA/Sanya Dinda)
Menteri Koordinator Bidang Ekonomi Airlangga Hartarto dalam penutupan The 6th ASEAN-Italy High Level Dialogue, Rabu (6/7/2022). (ANTARA/Sanya Dinda)

JAKARTA, harianmerapi.com - Indonesia diyakini bukan cuma pangsa pasar kendaraan listrik (EV) yang besar, namun juga tempat manufaktur kendaraan listrik.

Hal itu dikatakan Menko Perekonomia Airlangga Hartarto, dan diamini oleh Staf Khusus Menteri ESDM Republik Indonesia, Agus Tjahjana.

Dia sepakat dengan pernyataan Airlangga. Apalagi, trend otomotif dunia mulai beralih ke kendaraan listrik, yang dipercaya akan membawa keuntungan bagi Indonesia.

Baca Juga: Jungkalkan Myanmar dengan skor 3-0, Thailand rebut peringkat ketiga Piala AFF U-16 2022

“Kalau kita lihat dari pasar kita, yang ada sekarang, di ASEAN ini kita paling besar, bahkan dibandingkan thailand, kita besar, masak kita hanya konsumen. Kita harus tempatkan diri kita harus menjadi produsen dong,” ujar Agus, dalam keterangan tertulis yang diterima Jumat (12/8/2022).

Apalagi, lanjut Agus, Indonesia merupakan penghasil nikel nomor 1 di dunia. Ini bisa menjadi modal Indonesia bersaing sebagai pemain utama di kendaraan listrik.

“Mobil listrik dalam perkembangan ya menuju penggunaan batre berbasis nikel kobalt dan mangan, NCM kita tahu bahwa nikel kita adalah yang jumlahnya sangat memadai di indonesia, nomor satu di dunia. Pasar dalam negeri besar dan akan memerlukan baterai, baterai base nickel,” jelas Agus.

Namun dalam masa transisi, Agus mengatakan Indonesia masih perlu berbenah untuk siap memproduksi maupun menggunakan mobil listrik.

Baca Juga: Memicu polemik di Indonesia, Kuasa Hukum : Ferdy Sambo secara tulus minta maaf

“Begini, kalau mau ditanya sudah siap, masih belum, masih belum lengkap, perlu waktu dan ini kan perubahan teknologi harus ada percepatan di berbagai area,” ujar Agus.

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

KPK tidak akan hentikan kasus Lukas Enembe

Selasa, 27 September 2022 | 17:41 WIB

Kapolri terbitkan surat telegram, 30 perwira dimutasi

Senin, 26 September 2022 | 10:20 WIB
X