• Jumat, 30 September 2022

Pengamat: KIB seharusnya terjemahkan tekad mewujudkan politik persatuan dalam program dan kerangka kerja

- Kamis, 11 Agustus 2022 | 17:06 WIB
Tiga partai anggota Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) mendaftarkan diri bersamaan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).  (Instagram @golkar.indonesia)
Tiga partai anggota Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) mendaftarkan diri bersamaan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). (Instagram @golkar.indonesia)

HARIAN MERAPI - Pengamat menilai bahwa Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang bertekad mewujudkan politik persatuan, segera merealisasikannya dalam program dan kerangka kerja.

Sebelumnya Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto menegaskan KIB bertekad menjaga stabilitas politik di Indonesia menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak 2024.

KIB juga mendorong Pemilu 2024 dilaksanakan secara jujur dan adil, demokratis, serta tidak menggunakan isu-isu yang hanya memecah belah bangsa.

Baca Juga: Kunci pengendalian inflasi ialah menjaga stabilitas harga, rantai pasok, dan menenangkan psikologi masyarakat

Direktur Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia (Puskapol UI) Aditya Perdana mengungkapkan, semangat KIB untuk menjaga stabilitas politik jelang Pemilu 2024 berada dalam koridor yang tidak ingin kejadian polarisasi pada Pemilu 2019 terulang kembali.

"Saya pikir alasan yang diungkap KIB itu koridornya sama bahwa stabilitas politik-sosial itu kita tidak menginginkan terulangnya kembali polarisasi politik atau politisasi identitas yang memang marak di 2019," ujarnya di Jakarta, hari ini.

Aditya menilai KIB sepatutnya menerjemahkan tekad dan semangat itu dalam wujud program dan kerangka kerja.

"Makanya poinnya seharusnya lebih ke tawaran program. Pembedanya di sana. Tawaran program, itu jauh lebih penting," terangnya.

Menurutnya, semangat menjaga stabilitas politik itu menjadi kepentingan bersama bagi seluruh anak bangsa yang terlibat dalam pesta demokrasi lima tahunan.

Baca Juga: Wanita di Lingkaran Irjen Ferdy Sambo

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Berkas kasus penistaan agama oleh Roy Suryo lengkap

Kamis, 29 September 2022 | 18:38 WIB

KPK tidak akan hentikan kasus Lukas Enembe

Selasa, 27 September 2022 | 17:41 WIB
X