• Minggu, 2 Oktober 2022

KIB disebut sulit menambah koalisi, karena koalisi partai baru akan bermunculan

- Selasa, 2 Agustus 2022 | 19:38 WIB
Kepala Departemen Politik dan Perubahan Sosial Center for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes  (Ist)
Kepala Departemen Politik dan Perubahan Sosial Center for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes (Ist)

HARIAN MERAPI - Koalisi partai baru akan bermunculan. Ini membuat peluang mereka bergabung dengan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) makin kecil.

Demikian dikartakan Kepala Departemen Politik dan Perubahan Sosial Center for Strategic International Studies (CSIS) Arya Fernandes.

“Masing-masing partai di luar KIB sudah mulai terbentuk. Jadi saya melihat kecenderungan itu sepertinya, sepertinya agak susah ada partai baru masuk,” kata Arya hari ini (2/8/2022).

Baca Juga: Subholding Gas Pertamina awali pembangunan Jargas GasKita skema investasi internal untuk 11 kabupaten dan kota

KIB saat ini beranggotakan Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan dan Partai Amanat Nasional.

Sementara, Partai Nasional Demokrat, Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) disebutkan akan berkoalisi.

“Lalu Gerindra dan PKB, mereka sudah ada komunikasi,” sebut Arya.

Masing-masing partai kata dia memiliki kepentingan, dan sulit untuk melepaskan kepentingan mereka bagi yang lain. Arya memprediksikan, akan ada 3-4 koalisi jelang Pemilu 2024.

“Sekarang kita mencermati proses koalisi, belum bisa sepenuhnya akurat prediksinya, akan terbuka sekali,” imbuh Arya.

Bagi Arya, yang menarik justru PDIP yang akan berkoalisi dengan siapa.

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Berkas kasus penistaan agama oleh Roy Suryo lengkap

Kamis, 29 September 2022 | 18:38 WIB
X