• Jumat, 30 September 2022

Kunci pengendalian inflasi ialah menjaga stabilitas harga, rantai pasok, dan menenangkan psikologi masyarakat

- Kamis, 11 Agustus 2022 | 16:27 WIB
Ekonom INDEF Eka Puspitawati. (Foto: dok INDEF)
Ekonom INDEF Eka Puspitawati. (Foto: dok INDEF)

HARIAN MERAPI - Ekonom INDEF Eka Puspitawati berpendapat, langkah yang perlu diambil untuk menjaga harga angan, pemerintah perlu memastikan kesediaan barang dan memperhatikan efek psikologis masyarakat.

Hal ini menangapi kenaikan harga makanan dan energi mengerek inflasi bergerak naik, bahkan sampai kisaran yang anomali bagi inflasi pangan.

Maka tugas pemerintah untuk mengendalikan harga, menurunkan inflasi sampai ke ambang batas wajar.

Baca Juga: UKDW kembangkan kewirausahaan sosial inklusif lewat semiloka 'Truth Based Leadership'

“Kunci biar terkendali, selain usaha yang dilakukan pemerintah. Usaha riil yang dilakukan misal Operasi Pasar, gimana cara agar suplai pangan dan energi tetap ada untuk menghindari inflasi yang lebih tinggi, maka pemerintah harus bisa menenangkan psikologi dari masyarakat,” ungkap Eka dihubungi hari ini (11/8/2022).

Ada istilah, expected inflation atau inflasi yang didorong dari ekspektasi berlebihan atau merasa ketakutan.

Jika terjadi ketakutan di masyarakat, maka harga akan lebih cepat naik. Namun menurut dia, ketakutan ini lebih banyak dirasakan oleh pihak swasta.

“Masyarakat secara umum konsumsi lebih banyak dipenuhi dalam negeri. Yang barang impor yang terdistruksi besar besaran atas goncangan internasional. Kalau dari masyarakat belum banyak kena imbas, asal tidak di blow up. Kalau dari pengusaha khawatir itu pengaruhnya ke masyarakat,“ jelas Eka.

Dalam beberapa bulan ke depan, dengan adanya pembatasan impor, sejumlah pengusaha pasti kesulitan mendapat bahan baku. Ini akan membawa dampak pada bisnis mereka.

Baca Juga: Dispertan PP Karanganyar lacak babi tertular PMK, peternak diminta hentikan mandikan hewan ternak di sungai

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X