• Kamis, 29 September 2022

KIB daftar serentak ke KPU, Siti Zuhro : Mereka relatif solid

- Rabu, 10 Agustus 2022 | 17:33 WIB
Arsip foto - Pengamat Politik LIPI Siti Zuhro.  (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
Arsip foto - Pengamat Politik LIPI Siti Zuhro. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

 

JAKARTA, harianmerapi.com - Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) mendorong pesta demokrasi yang jujur-adil, demokrastis, dan menolak politik yang mengedepankan isu promordial.

"Kami memiliki semangat yang sama untuk menyambut pesta demokrasi yang akan diselenggarakan dalam Pileg dan Pilpres 2024. Ini adalah Pemilu yang ke-13 yang dilaksanakan di Indonesia," ujar Airlangga saat mendaftar di KPU bersama partai anggota KIB yakni PPP dan PAN.

KIB, lanjut Airlangga, juga mendorong untuk pemilu yang dilaksanakan secara jurdil, demokratis dan tidak menggunakan isu-isu primordial yang akhirnya hanya memecah belah bangsa.

Baca Juga: Pengalaman horor mau ke rumah kakak sepupu lewat pohon aren angker di malam Jumat Kliwon, ini yang terjadi

"Kita memiliki kepentingan untuk menjaga stabilitas politik. Karena dengan stabilitas politik, maka pembangunan dapat terus dilakukan. Oleh karenanya, Pemilu harus dilaksanakan sesuai jadwalnya, yaitu di bulan Februari 2024," tuturnya.

Pakar politik dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Siti Zuhro menilai kedatangan tiga partai anggota KIB ke KPU secara bersama menjadi sinyal kesolidan mereka. "Saya membaca mereka relatif solid, relatif masih menjaga kebersamaannya," ujar Zuhro.

Zuhro menilai soliditas itu baru akan mendapati ujian ketika tiba masa pendaftaran calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres). Meski demikian, KIB bisa menghadapi ujian itu dengan menjalin kesepakatan di internal KIB. Sejauh ini, di antara anggota KIB, Golkar menjadi partai yang sudah terang-terang mengajukan Airlangga Hartarto sebagai capres.

"Kayaknya bisa saja disepakati capresnya dari dia, bertiga bersepakat, salah satu dari kader berarti adalah Airlangga Hartarto. Baru untuk mendongkrak diambil dari luar. Itu kan kesepakatan yang tidak bisa tanpa bumbu-bumbu, mengaitkan dengan masalah dana dan sebagainya," terusnya.

Baca Juga: Bayi sehat dibuang di teras rumah warga Salatiga, dua orang misterius dipergoki mondar-mandir di sekitar TKP

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

KPK tidak akan hentikan kasus Lukas Enembe

Selasa, 27 September 2022 | 17:41 WIB

Kapolri terbitkan surat telegram, 30 perwira dimutasi

Senin, 26 September 2022 | 10:20 WIB
X