TEMANGGUNG, harianmerapi.com - Elemen masyarakat di Temanggung seperti ormas dan partai politik menandatangani pernyataan anti penggunaan knalpot brong.
Selain anti menggunakan knalpot brong mereka juga berjanji untuk menciptakan kondusifitas di Temanggung menjelang kampanye sampai pada kampanye di tahun politik 2024
Kapolres Temanggung AKBP Agus Puryadi mengatakan menjadi tekad bersama baik ormas, parpol dan elemen masyarakat lain untuk tidak menggunakan knalpot brong sebab mengganggu ketenangan dan ketentraman masyarakat selai memang melanggar undang-undang.
Baca Juga: Bikin miris, remaja putri di Pati disekap dan dijadikan budak seks hingga kehabisan gizi
"Setelah deklarasi, menjadi tugas bersama untuk kampanye tidak menggunakan knalpot brong," kata AKBP Agus Puryadi, usai deklarasi, Kamis (4/8/2022)
Dia mengatakan Polres Temanggung menggelar operasi knalpot brong selama kurang lebih satu setengah bulan. Mereka yang terjaring mendapat teguran dan mendapat tilang. "Kendaraan tidak boleh diambil sebelum diperbaiki dengan knalpot standar," kata dia.
Dia menyampaikan di Temanggung penggunaan knalpot brong kini telah mulai berkurang. Meski begitu operasi akan terus digencarkan.
Pengguna knalpot brong, terang dia, ada yang ikut dalam organisasi tertentu, namun pimpinannya setuju anti knalpot brong.
"Pimpinan-pimpinan organisasi masyarakat ini sudah mendukung dengan bentuk dukungan ini, mereka akan mensosialisasikan agar tidak pakai lagi knalpot brong," kata dia.
Baca Juga: Waspada kejahatan perdagangan orang berkedok beasiswa ke luar negeri: ada yang dipaksa jadi PSK
Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Temanggung Andoyo mengatakan DPRD mendukung operasi knalpot brong yang dilakukan Polres Temanggung untuk memberikan efek jera dan demi ketentraman masyarakat.
"Kami akan bantu dalam sosialisasi anti knalpot brong, baik di DPRD, partai politik maupun konstituen," kata dia.
Dia memandang partai politik dalam kampanye juga harus memberi contoh memakai cara yang santun, ramah dan menarik. Tidak lagi menggunakan knal pot brong di kendaraan.
"Kita harus memberikan pembelajaran kepada masyarakat dengan cara yang lebih santun dan bisa menarik masyarakat,"katanya.
Ia mengatakan, kampanye dengan menggunakan cara lama yakni dengan berkonvoi menggunakan knalpot brong ini sudah tidak zamannya lagi, diera milenial ini sangat banyak cara untuk menarik minat masyarakat.
Baca Juga: PSS Sleman bidik kemenangan perdana di Liga 1 saat melawan tuan rumah Arema FC besok malam