HARIAN MERAPI – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Temanggung terus berupaya dalam peningkatan kesejahteraan dan profesionalisme guru madrasah.
Kepala Seksi Pendidikan Kemenag Temanggung, Agus Latif mengatakan diantara upaya itu yakni para guru didorong untuk mengikuti sertifikasi dan Pendidikan Profesi Guru (PPG) guna meningkatkan kemampuan sekaligus kesejahteraan.
"Guru didorong untuk mengurus persyaratan guna mendapatkan tunjangan sertifikasi. Kemenag berupaya lakukan percepatan pencairan tunjangan profesi guru dan bantuan operasional madrasah. Ini menjadi salah satu langkah utama agar hak guru dapat diterima tepat waktu," kata dia, pada halal bi halal Persatuan Guru Inpassing Nasional (PGIN) Kabupaten Temanggung di pendopo Pengayoman, Rabu (8/4/2026).
Baca Juga: Diduga Jadi Korban Salah Sasaran, Pelajar Tewas Dilempar Batu di Seyegan Sleman
Saat ini, kata dia sekitar 1.440 guru madrasah swasta di Temanggung telah bersertifikasi, sedangkan yang belum berkisar seribu. Bagi yang belum, Kemenag terus mendorong agar segera mengikuti program tersebut.
Selain itu, bersama organisasi guru, Kemenag juga masih memperjuangkan penambahan formasi PPPK bagi guru non-ASN, termasuk usulan kebijakan khusus terkait usia dan pengakuan guru swasta.
Ketua Umum PGIN Hadi Sutikno, menegaskan pentingnya solusi atas keterbatasan formasi PPPK bagi guru madrasah swasta.
Menurutnya, kebijakan afirmasi diperlukan karena banyak guru berusia di atas 35 tahun.
Baca Juga: Update kasus Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, 63 pejabat dan ASN yang dipanggil KPK
Ia mengusulkan agar guru madrasah swasta diakui sebagai bagian dari Kemenag serta penempatan PPPK bisa kembali ke daerah asal.
Saat ini, kata dia, pihaknya tengah mengupayakan audiensi dengan Kemenpan-RB dan DPR RI.
Sementara itu, Ketua Panitia, Zainal Arifin, menyampaikan kegiatan halalbihalal menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan anggota PGIN Temanggung.
Baca Juga: Jogja Food & Beverage Expo 2026 Dongkrak Pertumbuhan Industri Makanan dan Minuman di DIY
Saat ini tercatat sekitar 350 anggota, dengan 279 sudah memiliki kartu anggota, dan jumlahnya diharapkan terus bertambah.