• Selasa, 9 Agustus 2022

Konflik Memanas, AS Tuduh Lima Perusahaan China Dukung Militer Rusia, Ini Datanya

- Rabu, 29 Juni 2022 | 10:15 WIB
Arsip - Tentara pro pasukan Rusia menembak dari tank saat bertempur di tengah konflik Ukraina-Rusia di dekat pabrik baja Azovstal di kota pelabuhan Mariupol, Ukraina, 5 Mei 2022.  (ANTARA/Reuters/Alexander Ermochenko)
Arsip - Tentara pro pasukan Rusia menembak dari tank saat bertempur di tengah konflik Ukraina-Rusia di dekat pabrik baja Azovstal di kota pelabuhan Mariupol, Ukraina, 5 Mei 2022. (ANTARA/Reuters/Alexander Ermochenko)



WASHINGTON, harianmerapi.com - Situasi Perang Rusia-Ukraina makin memanas menyusul dua negara adidaya ikut campur di dalamnya, yakni AS dan China.


Situasi makin panas karena Pemerintah AS pada Selasa (28/6) menuduh lima perusahaan di China mendukung militer dan basis industri pertahanan Rusia.

Kelima perusahaan itu termasuk di antara 36 perusahaan yang ditambahkan ke dalam daftar hitam perdagangan pemerintah AS.

Baca Juga: Kemenag Terbitkan Surat Edaran Penyelenggaraan Salat Hari Raya Idul Adha, Ini Isinya

Menurut data Daftar Federal AS, sejumlah perusahaan yang menjadi target daftar hitam itu berasal dari Rusia, Uni Emirat Arab, Lithuania, Pakistan, Singapura, Inggris, Uzbekistan, dan Vietnam.

"Tindakan hari ini mengirimkan pesan yang kuat kepada entitas dan individu di seluruh dunia bahwa jika mereka berusaha untuk mendukung Rusia, Amerika Serikat akan menghentikan mereka," kata Wakil Menteri Perdagangan AS untuk Industri dan Keamanan Alan Estevez dalam sebuah pernyataan setelah daftar hitam itu diumumkan.

Amerika Serikat telah bergabung dengan negara-negara sekutunya untuk menghukum Presiden Rusia Vladimir Putin atas invasi Rusia di Ukraina pada 24 Februari dengan memberikan sanksi kepada sejumlah perusahaan dan oligarki Rusia.

Baca Juga: Penumpang KRL Jogja–Solo Tak Pernah Sepi, XL Axiata Tingkatkan Kualitas Jaringan Internet Cepat

Moskow menyebut aksinya di Ukraina itu sebagai "operasi militer khusus".

AS juga menambahkan sejumlah perusahaan dan entitas lainnya ke daftar hitam perdagangannya.

Halaman:

Editor: Hudono

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X