• Kamis, 18 Agustus 2022

Ikuti Workshop Penulisan Naskah Lakon, Berharap Suatu Saat Karyanya Dapat Dipentaskan

- Kamis, 23 Juni 2022 | 22:10 WIB
Peserta Workshop Penulisan Naskah Lakon foto bersama dengan pemateri utama maupun pemateri tamu.  (Foto: Sulistyanto)
Peserta Workshop Penulisan Naskah Lakon foto bersama dengan pemateri utama maupun pemateri tamu. (Foto: Sulistyanto)

JOGJA, harianmerapi.com – Delapan puluh generasi muda masih tetap semangat mengikuti rangkaian acara Workshop Penulisan Puisi, Cerpen dan Naskah Lakon bertajuk Daulat Sastra Jogja di Sanggar Anak Alam (Salam) Jogja, Kamis (23/6/2022).

Rincian jumlah pesertanya, yakni penulisan puisi dan cerpen 30 peserta dan penulisan naskah lakon 20 peserta. Khususnya peserta penulisan naskah lakon sudah mulai praktik menulis naskah lakon dan diharapkan suatu saat bisa terpilih untuk dipentaskan, sebagai tindak lanjut dari workshop tersebut.

Salah satu peserta Workshop Penulisan Naskah Lakon, Sebastian Nicolay atau akrab disapa Nico menjelaskan, ia sudah menyiapkan naskah lakon, yaitu bercerita seputar perdebatan antara dalang wayang kulit masih berumur muda dengan dalang yang sudah berumur tua tentang penggunaan iringan musik.

Baca Juga: Para Senator Berkumpul di UMY dalam Rangka Uji Sahih RUU Tentang Pemerintahan Digital

“Dalang tua sangat berharap agar dalang muda tersebut menggunakan alat-alat musik tradisional saja sesuai pakem. Namun, dalang muda berkeinginan kuat untuk dapat menambah alat-alat musik modern, akhirnya keinginan tersebut bisa terwujud,” ungkap Nico.

Siswa kelas X SMAN 6 Jogja ini berharap, ke depan bisa banyak membuat karya naskah lakon dan banyak yang bisa dipentaskan di berbagai tempat maupun dibuat suatu buku.

Ia mengaku mendapat banyak motivasi untuk bisa banyak berkarya, baik dari pemateri utama penulisan naskah lakon, Nunung Deni Puspitasari dan pemateri tamu, Fajar Suharno.

Baca Juga: PSS Sleman Versus PSIS Semarang di Piala Presiden 2022 Jadi Ajang Pembuktian Dua Pelatih

Rekan Nico, Anggita Noviana R yang baru saja lulus dari SMAN 1 Sanden Bantul menambahkan, baik Fajar Suharno maupun Nunung Deni Puspitasari bisa menjadi inspirasi tersendiri untuk bisa produktif dalam berkarya membuat naskah lakon.

“Pak Fajar saat membagikan pengalamannya, beberapa karya naskah lakonnya dibuat setelah melalui tahapan observasi, lalu bisa menjadi karya naskah lakon seperti teater dan akhirnya bisa dipentaskan di berbagai tempat. Kalau saya lebih tertarik membuat naskah lakon untuk film termasuk film pendek,” papar Anggita.

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X