• Sabtu, 10 Desember 2022

Putin Keluarkan Kebijakan Baru, Larang Warga Transfer Valas ke Luar Rusia Mulai 1 Maret

- Selasa, 1 Maret 2022 | 08:30 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin memimpin pertemuan dengan anggota Dewan Keamanan Rusia melalui tautan video di Moskow, Rusia, Jumat (25/2/2022). ( ANTARA FOTO/Sputnik/Alexey Nikolsky/Kremlin via REUTERS.)
Presiden Rusia Vladimir Putin memimpin pertemuan dengan anggota Dewan Keamanan Rusia melalui tautan video di Moskow, Rusia, Jumat (25/2/2022). ( ANTARA FOTO/Sputnik/Alexey Nikolsky/Kremlin via REUTERS.)


MOSCOW, harianmerapi.com - Presiden Vladimir Putin mengeluarkan kebijakan baru dengan melarang pinjaman valuta asing dan transfer oleh warga Rusia ke luar negeri.


Kebijakan ini dikeluarkan sebagai bentuk pembalasan atas sanksi ekonomi yang dikenakan Barat kepada Moskow.

Presiden Rusia menandatangani undang-undang yang memerintahkan seluruh perusahaan pengekspor untuk menjual 80 persen dari pendapatan devisa mereka yang dibuat sejak 1 Januari di pasar.

Baca Juga: Momen Lucu Saat Invasi Rusia ke Ukraina, Petani Ukraina Nekat Curi Bangkai Tank Rusia Gunakan Traktor


Demikian diumumkan Kremlin pada Senin atau Selasa (1/3/2022) pagi WIB.

Larangan itu dilakukan Moskow setelah Menteri Luar Negeri Inggris Liz Truss mengatakan bahwa Inggris akan mengunci Sberbank Rusia dari kliring sterling dan menjatuhkan sanksi pada tiga bank lain. Liz Truss juga mengatakan bahwa akan ada pembekuan aset penuh pada pemberi pinjaman Rusia dalam beberapa hari ke depan.

Pemerintah Inggris juga meminta warganya untuk tidak melakukan semua perjalanan ke Rusia dan memerintahkan otoritas pelabuhan di negara itu untuk melarang kapal apa pun milik Rusia guna meningkatkan tekanan terhadap Moskow.

Baca Juga: Petung Jawa Weton Selasa Legi 27 Rejeb 1955 Alip 1 Maret 2022, Manis Tutur Kata, Bakat Berdagang atau Bertani

Mata uang Rubel Rusia jatuh tajam pada perdagangan Senin pagi. Bank Sentral Rusia menaikkan lebih dari dua kali lipat suku bunga utamanya menjadi 20 persen sebagai langkah darurat setelah Barat memberlakukan sanksi ekonomi lebih lanjut selama akhir pekan.

Ini termasuk keputusan Barat untuk membekukan cadangan mata uang utama Rusia yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sanksi Barat ini berpotensi menghancurkan stabilitas keuangan negara itu.

Halaman:

Editor: Hudono

Sumber: Petualangan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Apa itu KTT G20 yang akan berlangsung di Bali?

Rabu, 9 November 2022 | 10:30 WIB

Elon Musk bantah pecat karyawan Twitter

Senin, 31 Oktober 2022 | 12:50 WIB
X