• Minggu, 23 Januari 2022

Novia Widyasari Ingin Jadi Guru karena Alasan yang Sangat Mulia, Ini Cerita Melankolisnya

- Sabtu, 4 Desember 2021 | 21:15 WIB
Potret Novia Widyasari.  (foto:Instagram @noviawidyasr)
Potret Novia Widyasari. (foto:Instagram @noviawidyasr)


MOJOKERTO,harianmerapi.com - Sebelum ditemukan tewas di samping pusara ayahnya, Novia Widyasari dikenal sebagai mahasiswi Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Brawijaya Malang. Gadis berbola mata bulat itu, rupanya memiliki cerita melankolis di balik Cita-cita menjadi soerang guru.

Cerita melankolis Novia Widyasari tentang cita-citanya sebagai guru disampaikan dalam bentuk tulisan di Quora.
Setelah kasus bunuh diri akibat dipaksa aborsi oleh kekasihnya, Randy Bagus viral. Akun Twitter @itsbeyis kembali membagikan ulang cerita tersebut. "Sungguh mulia. Rest in peace, bu guru #SAVENOVIAWIDYASARI," tulis @itsbeyis dalam cuitannya Sabtu (4/12/2021).

Cerita Novia Widyasari yang ingin menjadi guru itu ditulis satu tahun yang lalu. Setelah dibagikan ulang, ada 44 ribu lebih warganet yang memberikan tanggapan.

Baca Juga: FIB Universitas Brawijaya Ucapkan Duka Cita Meninggalnya Novia Widyasari, Netizen Ikut Sedih

Novia Widyasari bercerita jika dirinya adalah lulusan SMK jurusan Akuntansi. Ia mendaftar di jurusan Ekonomi Bisnis di universitas dengan akreditasi di bawah Universitas Brawijaya.
Tujuannya adalah untuk mengembangkan kemampuan akuntasinya. Meskipun sebenarnya, Novia Widyasari ingin mengambil jurusan pendidikan.

Sebab, ia ingat betul betapa menyedihkannya kondisi salah seorang teman yang kesulitan tidak mampu bayar SPP. Kemudian dikeluarkan dari kelas saat ujian dan dimarahi di depan siswa lainnya.

"Saya melihat teman saya yang nakal dan dipermalukan, saya melihat teman saya yang tidak ahli di salah satu bidangnya mata pelajaran lalu dihukum di depan kelas," tulis Novia Widyasari.

Baca Juga: Ramai Simpati Kasus Novia Widyasari yang Bunuh Diri Usai Dipaksa Aborsi, Jerome Polin Sampai Marah dan Nangis

Ia mengaku ingin mengubah hal-hal buruk tersebut. Tidak ingin mengubah seluruh dunia, Novia Widyasari hanya berharap bisa mengubah dunia murid-murid tersebut. Seorang anak yang tidak bertanggung jawab dengan uang spp, uang buku, lalu dikeluarkan dari kelas.

Menurutnya itu bukan hal yang adil, melainkan hanya menyakiti perasaan murid tersebut.
Kemudian, beberapa murid lainnya menjauhi siswa yang tidak mampu membeli buku. Novia Widyasari selalu sedih jika melihat kejadian serupa di sekitarnya.

Halaman:

Editor: Herbangun Pangarso Aji

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X