• Jumat, 12 Agustus 2022

Buntut Bule Pesta Halloween Berseragam Polri, Polresta Denpasar Panggil Pedagang Atribut Aparat

- Sabtu, 20 November 2021 | 09:55 WIB
Pertemuan bersama para pedagang gampol di Polresta Denpasar, Bali, Jumat (19/11/2021).  (ANTARA/HO)
Pertemuan bersama para pedagang gampol di Polresta Denpasar, Bali, Jumat (19/11/2021). (ANTARA/HO)

DENPASAR, harianmerapi.com - Seksi Profesi dan Pengamanan (Sipropam) Polresta Denpasar, Bali, memanggil para pedagang gampol (seragam) terkait dengan viralnya warga negara asing (WNA) asal AS berinisial RLB bernyanyi di sebuah kafe kawasan Sanur, Denpasar, dengan mengenakan baju Polri.

"WNA tersebut terlihat mengenakan seragam Polri saat merayakan hari Halloween (31/10). Dari keterangan yang bersangkutan seragam tersebut didapatkan dengan cara membeli di salah satu toko yang menjual seragam dinas Polri," kata Kepala Sipropam Polresta Denpasar Iptu Harun Budiyanto saat dikonfirmasi di Denpasar, Bali, Jumat (19/11/2021).

Ia mengatakan WNA itu juga telah memberikan klarifikasi dan meminta maaf terkait dengan hal tersebut dan tidak bermaksud melakukan melecehkan Polri.

Baca Juga: Heather Lois Mack Bebas Murni dari Lapas Perempuan Bali

Pihaknya meminta agar kejadian tersebut tidak terulang lagi, dan tidak melakukan hal serupa terutama penggunaan seragam Polri.

Selain itu, kepada para pedagang, Harun mengatakan untuk mengerti akan pekerjaannya dan tidak terjadi hal merugikan untuk itu agar lebih peka dalam menjual atribut Polri kepada pelanggan.

"Pemanggilan terhadap para gampol ini sekaligus menjadi fungsi pengawasan melakukan pengecekan dari peristiwa tersebut," katanya.

Baca Juga: Tebing Longsor di Desa Pagentan Banjarnegara Tewaskan Bidan dan Tiga Orang Lainnya

Dalam pemanggilan tersebut, terdapat sembilan pemilik toko atribut Polri yang hadir, dengan tujuan sebagai upaya pencegahan agar kejadian tersebut tidak terulang kembali.

“Apabila sewaktu-waktu ada hal yang mencurigakan kami mohon para pedagang dan pemilik toko atribut segera melakukan koordinasi atau melaporkan hal tersebut ke Sipropam Polresta Denpasar,” katanya.

Iptu Harun meminta kepada para pedagang agar saat menjual atribut Polri agar lebih selektif dan teliti seperti meminta identitas KTA atau KTP bagi personil Polri, mendata setiap pembeli atribut Polri dengan mencatat dalam buku mutasi dan melaporkan kegiatan penjualan pakaian dinas Polri ke Polres terdekat untuk antisipasi penyalahgunaan.

“Kami berharap kerja sama dari para pedagang atribut Polri untuk lebih teliti dan selektif dalam menjual atribut seragam agar tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab dan merugikan Polri,” katanya.*

Editor: Sutriono

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BMKG : Waspadai angin kencang di Labuan Bajo

Minggu, 31 Juli 2022 | 12:10 WIB
X