• Jumat, 12 Agustus 2022

Kehadiran Permendikbud PPKS Dinilai Penting Cegah Kekerasasn Seksual di Perguruan Tinggi

- Sabtu, 13 November 2021 | 04:45 WIB
Tangkapan layar diskusi panel Ketua Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan Andy Yentriyani bersama Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim dalam peluncuran Merdeka Belajar episode 14: Kampus Merdeka dari Kekerasan Seksual secara daring, di Jakarta, Jumat (12/11/2021).  (ANTARA/Devi Nindy)
Tangkapan layar diskusi panel Ketua Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan Andy Yentriyani bersama Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim dalam peluncuran Merdeka Belajar episode 14: Kampus Merdeka dari Kekerasan Seksual secara daring, di Jakarta, Jumat (12/11/2021). (ANTARA/Devi Nindy)


JAKARTA, harianmerapi.com - Kehadiran Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Permendikbudristek) Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di Lingkungan Perguruan Tinggi dianggap penting.

Hal ini dikemukakan Ketua Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan Andy Yentriyani dalam peluncuran Merdeka Belajar episode 14: Kampus Merdeka dari Kekerasan Seksual secara daring, di Jakarta, Jumat (12/11/2021).


Menurut Andy, pada tahun 2020 saja, angka kasus kekerasan seksual khususnya terhadap perempuan terus meningkat, terutama di dalam lembaga pendidikan.

Baca Juga: Bencana Tanah Bergerak Landa Sejumlah Kecamatan di Sukabumi, Sejumlah Rumah Ambruk dan Retak


“Tahun ini terdapat 2.389 kasus kekerasan, 53 persen dari jumlah tersebut adalah kasus kekerasan seksual, termasuk di dalam lembaga pendidikan. Ini adalah kasus yang berhasil dilaporkan ke Komnas Perempuan, banyak kasus yang tidak terlaporkan sama sekali,” ujar Andy

 


Lebih lanjut Andy menyampaikan kasus kekerasan seksual bisa terjadi terhadap mahasiswi oleh mahasiswa atau oleh dosen, atau dosen terhadap dosen yang lain, ataupun juga terhadap karyawan ataupun pekerja lain di dalam lingkungan pendidikan.


"Konsep menyalahkan kekerasan seksual sebagai tindakan suka sama suka menjadi hambatan terbesar dalam penyelesaian kasus kekerasan seksual,” kata Andy.

Baca Juga: SIWO PWI Lampung Kuasai Cabang Bridge pada Latihan Bersama Wartawan Olahraga Nasional di Jogja

Halaman:

Editor: Hudono

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ferdy Sambo terancam hukuman mati

Selasa, 9 Agustus 2022 | 20:55 WIB
X