• Kamis, 9 Desember 2021

201 WNI Terancam Hukuman Mati, Komnas Perempuan: Puncak Kekerasan dan Diskriminasi Gender

- Senin, 18 Oktober 2021 | 12:51 WIB
Tangkapan layar Ketua Komnas Perempuan Andy Yentriyani.  (ANTARA/Muhammad Zulfikar)
Tangkapan layar Ketua Komnas Perempuan Andy Yentriyani. (ANTARA/Muhammad Zulfikar)

 


JAKARTA, harianmerapi.com - Data Kementerian Luar Negeri tahun 2021 menyebut 201 warga negara Indonesia (WNI) terancam hukuman mati. Dari jumlah itu, 40 di antaranya merupakan perempuan.


Data tersebut disampaikan Ketua Komnas Perempuan Andy Yentriyani pada diskusi bertajuk "Hukuman Mati dan Dimensi Kekerasan Berbasis Gender serta Penyiksaan terhadap Perempuan di Jakarta, Senin (18/10/2021).


Mereka terjerat dengan berbagai kasus, yakni 64 persen sindikat narkotika internasional dan 33 persen karena kasus pembunuhan demi melindungi diri dari pemerkosaan.

Baca Juga: Tim Bareskrim Polri Teliti Perusahaan Mantan Bupati Rembang

Andy Yentriyani menilai hukuman mati bagi perempuan merupakan salah satu puncak, kekerasan, dan diskriminasi berbasis gender terhadap kaum hawa.

"Hidup adalah sebuah hak asasi yang hakiki, fundamental, dan tidak dapat dikurangi dalam kondisi apa pun. Namun, nyatanya masih ada kontradiksi antara mandat konstitusi dengan sistem hukum di tingkat nasional," katanya.

 


Malaysia dan Arab Saudi merupakan dua negara dengan kasus pekerja migran berhadapan dengan hukuman mati tertinggi.

Baca Juga: Enam Madrasah Sabet Juara I Kompetisi Robotik Madrasah 2021

Halaman:

Editor: Hudono

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X