• Selasa, 24 Mei 2022

Pemecatan 57 Pegawai KPK, JCW Menilai Bentuk Kemunduran Pemberantasan Korupsi

- Kamis, 30 September 2021 | 17:31 WIB
Baharuddin Kamba (Foto : Yusron Mustaqim)
Baharuddin Kamba (Foto : Yusron Mustaqim)

YOGYA, harianmerapi.com - Hari ini bertepatan dengan peringatan pemberontakan gerakan sparatis G30S/PKI, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah memecat 57 pegawainya yang tidak lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).

Beragam tanggapan atas langkah KPK mencopot dengan hormat personil lembaga antirasuah tersebut. Salah satunya datang dari lembaga antikorupsi Jogja Curruption Watch (JCW).

"Pemecatan terhadap 57 pegawai KPK termasuk Novel Baswedan merupakan tragedi kemunduran dalam upaya pemberantasan korupsi yang selama ini dilakukan oleh KPK," kata Baharuddin Kamba, Aktivis JCW kepada harianmerepi.com, Kamis (30/9/2021).

Baca Juga: Sukses Bantu Tracing Pasien Covid-19, Anggota Polisi di Sukoharjo Dihadiahi Handphone

Karena menurutny, selama ini Novel Baswedan berserta pegawai lain dikenal publik memiliki integritas, berani dan komitmen yang tinggi dalam pemberantasan korupsi.

Sehingga banyak pihak mempertanyakan ke depan apakah KPK akan memiliki taring yang tajam dalam pemberantasan tindak pidana korupsi di Indonesia.

Selain itu JCW berharap Presiden Jokowi untuk turun tangan minimal buka suara ke publik secara langsung atas persoalan nasib 56 pegawai itu.

Baca Juga: Suharyono Segera Pensiun, Pelantikan Sekda Pati yang Baru Belum Jelas

Semua muaranya pada sikap Presiden Jokowi akan bersikap seperti apa. Sebab publik pasti menunggu jawaban itu. "Toh rekomendasi dari Ombudsman Republik Indonesia (ORI) yang menyatakan bahwa KPK, BKN, BIN dan beberapa penyelenggara TWK telah menyimpang dari prosedur yang baik (due process) alias maladministrasi," imbuhnya.

Sementara Komnas HAM menemukan ada 11 pelanggaran HAM dalam TWK. Dengan Presiden turun tangan atas 57 pegawai KPK ini setidaknya memberikan keadilan bagi mereka yang telah bekerja untuk KPK bukan memulihkan kekisruhan sesaat yang tak berkesudahan.

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X