• Rabu, 19 Januari 2022

Nani Ratu Sianida Coba Berkelit dari Pasal Pembunuhan Berencana, Tak Sengaja Kirim Sate Beracun ke Nanda

- Kamis, 30 September 2021 | 17:04 WIB
Suasana sidang perdana perkara sate sianida yang mulai digelar di PN Bantul. (FOTO: YUSRON MUSTAQIM)
Suasana sidang perdana perkara sate sianida yang mulai digelar di PN Bantul. (FOTO: YUSRON MUSTAQIM)


BANTUL, harianmerapi.com - terdakwa ratu sianida Nani Apriliani Nurjaman (25) memang mengakui telah menyusun rapi meracuni target dengan serbuk Sianida. Meski demikian, penasihat hukum menilai perbuatan tersebut bukanlah sebagai pembunuhan berencana.

Hal itu dikarenakan target sasaran yang hendak diracuni meleset dan salah sasaran mengenai korban Naba Faiz Prasetya, anak Bandiman seorang pengemudi ojek online yang akhirnya meregang nyawa saat berada di rumah sakit.

"Sehingga pasal 340 KUHP tidak ada korelasi terhadap dakwaan JPU. Selain itu unsurnya juga tidak terpenuhi," ujar Anwar Ary Widodo SH, penasihat hukum Nani kepada wartawan, Kamis (30/9/2021).

Untuk itu, kata dia, majelis hakim pemeriksa perkara ini diharapkan melihat dengan seksama dakwaan yang digunakan penuntut umum dalam perkara ini.

Baca Juga: PN Bantul Pastikan Sidang Kasus Sate Sianida Digelar Tatap Muka

Sementara, penasihat hukum lain, Wanda Satria Atmaja SH menilai pasal yang digunakan jaksa dalam menerapkan pasal 340 KUHP tentang pembunuh berencana terlalu berat.

"Pasal ini kami anggap terlalu berat. Karena dalam pembunuhan berencana itu harus ada unsur dengan sengaja," kata Wanda.
Ia pun mempertanyakan apakah ada usur dengan sengaja dari perbuatan Nani melakukan rencana untuk melakukan pembunuhan terhadap anak Naba.

Padahal antara pelaku dan korban selama ini tidak saling mengenal. Sehingga Wanda mempertanyakan unsur kesengajaan perbuatan terdakwa terletak dimana.

Baca Juga: Sidang Kasus Sate Sianida, Penasihat Hukum Terdakwa Menilai PN Bantul Tak Berwenang Mengadili

Dengan demikian, penasihat hukum menganggap unsur perbuatan terdakwa Nani Apriliani Nurjaman yang dikaitkan dengan pembunuhan berencana tidak terpenuhi dan harus dibayarkan demi hukum. Seperti diketahui, Nani dijerat banyak pasal agar dia tak lolos dari jerat hukum. Termasuk pasal pembunuhan berencana. *

Halaman:

Editor: Herbangun Pangarso Aji

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sukabumi dan Sekitarnya Diguncang Gempa Magnitudo 5,4

Senin, 17 Januari 2022 | 08:50 WIB
X