• Senin, 6 Desember 2021

Tak Boleh Bawa Anak-anak, Sebabkan Pengunjung Candi Borobudur Belum Signifikan

- Senin, 27 September 2021 | 19:59 WIB
Pengunjung Taman Wisata Candi Borobudur harus menggunakan aplikasi PeduliLindungi agar bisa masuk ke objek wisata ini.  (ANTARA/Heru Suyitno)
Pengunjung Taman Wisata Candi Borobudur harus menggunakan aplikasi PeduliLindungi agar bisa masuk ke objek wisata ini. (ANTARA/Heru Suyitno)

MAGELANG, harianmerapi.com - Aturan tidak boleh mengajak anak-anak, rupanya berdampak pada jumlah pengjunung ke andi Borobudur di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Selama uji coba pembukaan objek wisata, disebutkan General Manager Unit Manohara dan Unit Borobudur Jamaludin Mawardi, jumlah pengunjung tidak signifikan.

Disampaikan Jamaludin di Magelang, Senin (27/9/2021), jumlah pengunjung Candi Borobudur pada masa uji coba di hari biasa berkisar 300 orang per hari dan pada akhir pekan sekitar 1.000 orang per hari.

Baca Juga: Kejujuran Membawa Nikmat 28: Menjatuhkan Pilihan Hati dengan Hati-hati

Taman wisata Candi Borobudur melakukan uji coba pembukaan kunjungan wisatawan sejak 18 September 2021. Sesuai ketentuan dari Satgas Covid-19 Provinsi Jateng, kuota kunjungan maksimal pada masa uji coba ini 4.000 orang per hari.

"Pengunjung belum signifikan, karena ada ketentuan pengunjung sudah harus divaksin dan tidak boleh membawa anak-anak," katanya.

Ditandaskannya, dua hal tersebut yang mempengaruhi minat wisatawan atau menggagalkan wisatawan yang sudah perjalanan atau sampai ke Borobudur harus putar balik.

Baca Juga: Hantu Jamu Gendong Gentayangan di Jembatan Tempat Ia Dibunuh Preman

"Kejadian itu cukup lumayan, tercatat pada Minggu (26/9) ada sekitar 120an wisatawan harus putar balik karena belum vaksin atau membawa anak-anak," katanya.

Ia mengatakan ketaatan pengunjung terhadap protokol kesehatan memang harus diperketat, mulai masuk harus menerapkan 3M, yakni memakai masker bagi semua pengunjung.

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X