• Rabu, 8 Desember 2021

Program Kartu Prakerja Mendisrupsi Pasar Pelatihan Kerja Menjadi 'On Demand'

- Jumat, 17 September 2021 | 18:11 WIB
Data Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja, Jumat (17/9/2021).  ((ANTARA/HO-Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja))
Data Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja, Jumat (17/9/2021). ((ANTARA/HO-Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja))

JAKARTA, harianmerapi.com - Program Kartu Prakerja mendisrupsi pasar pelatihan kerja menjadi "on demand". Mengikuti pelatihan di Prakerja juga terbukti dapat meningkatkan pengetahuan peserta, yang diindikasikan dengan nilai "pre-test" dan "post-test".

"Program Kartu Prakerja mendisrupsi pasar pelatihan kerja, dari yang semula 'top down' menjadi 'on demand'," ujar Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja, Denni Puspa Purbasari, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (17/9/2021).

Selain itu, kata Denni, program tersebut menghidupkan pasar peningkatan keterampilan, mengingat banyaknya lembaga pelatihan dalam program itu sehingga saling bersaing memberikan layanan dan harga terbaik bagi konsumen.

Baca Juga: PSIM Satu Grup dengan Persis, Manajemen Hormati Keputusan PT LIB

"Hasil survei BPS menunjukkan bahwa 91 persen peserta mengatakan keterampilan kerja mereka meningkat," katanya saat memberikan kuliah umum dalam "Forum Pembangunan Indonesia" Magister Ekonomi Kependudukan dan Ketenagakerjaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia bertopik "Peran Program Kartu Prakerja dalam Meningkatkan Keterampilan Kerja", Kamis (16/9).

Hal ini, lanjut dia, selaras dengan evaluasi manajemen pelaksana di mana skor "pre-test" peserta meningkat dari awalnya 59 menjadi 73 saat "post-test".

Dalam kesempatan itu, doktor ekonomi lulusan University of Colorado at Boulder, Amerika Serikat itu, juga memaparkan salah satu tantangan ketenagakerjaan Indonesia, yakni tidak berkualitasnya sisi suplai pasar tenaga kerja Indonesia.

Baca Juga: Polemik Pernyataan Krisdayanti. Wakil Ketua Komisi III DPR Menyatakan, Gaji Anggota DPR Untuk Serap Aspirasi

Dari 135 juta jumlah angkatan kerja Indonesia saat ini, kata dia, 90 persen di antaranya belum pernah mengikuti pelatihan bersertifikat.

Demikian pula profil tujuh juta jumlah pengangguran, 91 persen di antaranya belum pernah mengikuti pelatihan bersertifikat.

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X