• Kamis, 9 Desember 2021

MAKI Akan Praperadilankan Kejagung Karena Hentikan Penyidikan Kasus Pelindo II

- Selasa, 7 September 2021 | 22:55 WIB
Koordinator MAKI Boyamin Saiman. ( ANTARA/Mulyana)
Koordinator MAKI Boyamin Saiman. ( ANTARA/Mulyana)

 


JAKARTA, harianmerapi.com - Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) berencana mengajukan gugatan praperadilan terhadap Kejaksaan Agung (Kejagung) karena menghentikan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi di PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II.

Gugatan praperadilan itu akan diajukan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

"Dua minggu lagi, MAKI akan mengajukan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk membatalkan SP3 itu," kata Koordinator MAKI Boyamin Saiman, dalam keterangan resminya melalui pesan suara yang diterima di Jakarta, Selasa (7/9/2021).

Baca Juga: Pinjol Ilegal Menjamur, Pemerintah Diminta Bertindak Tegas

Boyamin mengatakan MAKI menghormati langkah Kejaksaan Agung menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) terhadap perkara perpanjangan masa kerja pengoperasian dan pengelolaan pelabuhan PT Pelindo II, sebagai bentuk kepastian hukum.

Tapi di sisi lain, kata Boyamin, perkara tersebut tidak layak di-SP3-kan, karena itu MAKI akan menyusun bukti-bukti untuk menggugat praperadilan atas penghentian perkara tersebut.

Menurut dia, ada tiga dasar pertimbangan MAKI menggugat Kejaksaan Agung melalui praperadilan. Pertama terkait dengan harga sewa pelabuhan yang tertuang dalam proses perpanjangan masa kerja pengoperasian pelabuhan tersebut.

Baca Juga: Sekujur Tubuh Disiram Air Keras, Bambang pun Tewas Seketika

"Misalnya harga sewa apakah harga wajar, murah atau mahal," kata Boyamin.

Lalu yang kedua, terkait perpanjangan izin kerja sama yang terkesan buru-buru sebelum masa kerja berakhir.

Halaman:

Editor: Hudono

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X