• Senin, 29 November 2021

Kejagung Hentikan Kasus Pelindo II Karena Sulit Temukan Unsur Kerugian Negara

- Selasa, 7 September 2021 | 12:06 WIB
Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung RI Supardi.  (ANTARA/Laily Rahmawaty)
Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung RI Supardi. (ANTARA/Laily Rahmawaty)


JAKARTA, harianmerapi.com - Kejaksaan Agung akhirnya menghentikan penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) karena unsur kerugian negara sulit ditemukan.

Kejagung kemudian menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) Tertanggal 3 September 2021.

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung RI Supardi, saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (7/9/2021), menyampaikan alasan penghentian penyidikan kasus Pelindo II yakni karena unsur kerugian negara sulit ditemukan.

"Iya sudah (SP3-red) karena unsur kerugian negara yang sulit ditemukan," ujar Supardi.

Baca Juga: Lolos Prakerja Gelombang 18, Lakukan Ini Sebelum Kepesertaanmu Dicabut

 

Ia menjelaskan kerugian yang terjadi dalam proses perpanjangan masa kerja pengoperasian dan pengelolaan pelabuhan PT Pelindo II tersebut masih berupa potensi (potencial loss).

"Jadi masih ada 'opportunity cost' yang mungkin bisa diperhitungkan dan kami belum bisa pastikan berapa. Apakah itu rugi, apakah untung itu belum bisa dipastikan karena valuasi bisnis kan tidak 'stuck' kan," ujar Supardi.

Dalam perkara ini, kata Supardi, penyidik telah merujuk pada hasil audit dan investigasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Begitu pun hasil pendalaman dalam setiap transaksi yang ada dalam perpanjangan kerja sama tersebut.

Baca Juga: Petisi Penolakan Saipul Jamil Tampil di Teve Nyaris Tembus 500.000 Tanda Tangan

Halaman:

Editor: Hudono

Sumber: Antara

Tags

Terkini

Asrama Haji Akan Dijadikan Tempat Karantina Jemaah Umrah

Minggu, 28 November 2021 | 20:05 WIB
X