• Selasa, 6 Desember 2022

Edukasi Isi Piringku Cegah Stunting di Yogyakarta

- Kamis, 2 September 2021 | 20:06 WIB
Narasumber dalam edukasi Isi Piringku Berbasis Nilai Budaya Luhur untuk guru PAUD di Yogyakarta. (Istimewa)
Narasumber dalam edukasi Isi Piringku Berbasis Nilai Budaya Luhur untuk guru PAUD di Yogyakarta. (Istimewa)

YOGYA, harianmerapi.com - Danone Indonesia bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga DIY serta Yayasan Pendidikan Integral Satu Bumi (One Earth) meluncurkan Program Isi Piringku Berbasis Nilai Budaya Luhur di Yogyakarta.

Program ini bertujuan memberikan pengetahuan kepada seluruh guru PAUD di Yogyakarta akan pentingnya porsi asupan gizi yang tepat untuk anak usia 4-6 tahun melalui panduan Isi Piringku.

Kegiatan dibuka GKR Bendara, Penghageng KHP Nitya Budaya Keraton Yogyakarta bersama Vice President General Secretary Danone Indonesia Vera Galuh Sugijanto dan Wakil Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Yogyakarta Suhirman, Kamis (2/9/2021).

Baca Juga: Dukung Percepatan Kekebalan Komunal di Yogya, Danone Indonesia Gelar Sentra Vaksinasi di Lanud Adisutjipto

Indonesia masih menghadapi permasalahan gizi anak yang dapat berdampak serius terhadap kualitas sumber daya manusia bangsa di masa depan. Selain stunting yang dialami oleh 30,8 persen anak-anak, mereka juga tidak mengonsumsi buah dan sayur yang cukup di mana hanya sekitar 10 persen anak yang mengonsumsinya dengan cukup.

Jurnal Nutrisi Eropa tahun 2018 menemukan bahwa 1 dari 5 anak Indonesia tidak cukup minum air.

Angka stunting di DIY 19,8 persen pada tahun 2020, lebih baik dari angka nasional yang mencapai 27 persen. Angka tersebut memang masih di bawah angka WHO, tetapi WHO sendiri menetapkan bahwa angka melebihi 20 persen termasuk dalam situasi yang perlu ditangani.

Keadaan stunting di DIYI bervariasi tergantung kondisi dari kabupaten/kota. Tercatat data prevalensi balita stunting di Kota Yogyakarta sebesar 11,3 persen di tahun 2020. Kemudian di Kabupaten Sleman sebesar 8,38 persen di tahun 2019, sedangkan di Kabupaten Gunungkidul mencapai 17,44 persen di 2020. Sementara di Kulon Progo angka stunting berada di 12,57 persen pada tahun 2020, dan terakhir di Bantul pada awal 2021 tercatat sebesar 10,6 persen.

Baca Juga: Embung Grigak Suguhkan Pertanian Berkelanjutan dan Potensi Wisata Alam Girikato Gunungkidul

Halaman:

Editor: Sutriono

Tags

Terkini

UMP DIY Tahun 2023 Ditetapkan 28 November 2022

Minggu, 20 November 2022 | 17:30 WIB
X