HARIAN MERAPI - Bupati Temanggung Agus Setyawan, bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Temanggung meninjau titik bencana tanah longsor yang memutus akses jalan darurat penghubung Desa Ngadisepi, Kemiriombo, dan Gemawang, Selasa (6/1/2026).
Di lokasi, bupati langsung menggelar koordinasi dengan DPUPR, kepala desa terdampak dan sejumlah instansi. Prioritas adalah penanganan akses jalan dan selesai dalam beberapa pekan ke depan.
Kepala Pelaksana BPBD Temanggung, Totok Nursetyanto mengatakan arahan dari bupati adalah segera menyelesaikan dengan pengerasan jalan baru yang sudah dapat dilewati. Sebab kondisi jalan baru tersebut masih labil, berlumpur, dan mudah lembek saat diguyur hujan.
Baca Juga: Ruko di Jalan Gito Gati Ngaglik Sleman diduga jadi basis scam internasional
“Bupati sudah menyelaraskan langkah dengan para kades untuk mempercepat penyelesaian jalur penghubung antar-desa. Penanganan jalan permanen harus segera rampung agar mobilitas warga kembali stabil,” kata Totok.
Totok Nursetyanto menjelaskan bahwa pemerintah daerah akan fokus pada pengerasan jalan baru yang saat ini masih rawan licin dan ambles.
Penanganan akses jalan ini dengan pengerasan berupa penimbunan material, batu trasah, dan dukungan material penguat lain. Ini penting karena struktur jalan masih labil dan belum padat.
Baca Juga: Tiga kambing berkeliaran di jalan, polisi Sleman giring kembali ke kandang
Dia mengatakan BPBD juga menyiapkan solusi darurat bagi pelajar dari tiga desa tersebut. Selama proses pengerasan jalan berlangsung, siswa yang sebelumnya melintas di jalur yang sempat terputus akan diantar-jemput menggunakan armada BPBD.
“Kami pastikan anak sekolah tetap bisa belajar dengan aman. Pengangkutan dilakukan sampai pengerasan jalan selesai,” kata Totok.
Dikatakan BPBD memperkirakan proses pengerasan jalan baru dan perbaikan fasilitas umum lain dapat rampung dalam tiga minggu atau sekitar tiga pekan ke depan, sehingga akses diharapkan bisa kembali dilalui secara aman dan stabil.
Baca Juga: Demokrat laporkan sejumlah akun ke polisi, berikut daftarnya...
Pemerintah daerah, kata dia, bersama perangkat desa, terus menyiagakan penanganan lanjutan demi memulihkan mobilitas warga dan menjaga keberlangsungan aktivitas pendidikan maupun pertanian.
Bencana longsor sendiri terjadi pada Jumat dini hari sekitar pukul 02.00 WIB, ketika tebing setinggi 50 meter dengan lebar 15 meter ambruk dan menutup total jalur darurat yang menjadi akses utama warga.
Selain memutus jalan, longsor juga merusak saluran Irigasi Gondangan, yang selama ini mengairi lahan sawah di Desa Gemawang dan Krempong. Total area pertanian yang terdampak mencapai 500 hektare, yang merupakan kawasan produktif persawahan di Kecamatan Gemawang. *