Ruko di Jalan Gito Gati Ngaglik Sleman diduga jadi basis scam internasional

photo author
Samento Sihono, Harian Merapi
- Selasa, 6 Januari 2026 | 19:05 WIB
ilustrasi. Fitur Anti-Spam dan Anti-Scam milik Indosat telah memblokir lebih dari 200 juta panggilan berisiko.  (Foto: Dok. Istimewa)
ilustrasi. Fitur Anti-Spam dan Anti-Scam milik Indosat telah memblokir lebih dari 200 juta panggilan berisiko. (Foto: Dok. Istimewa)

HARIAN MERAPI - Diduga menjadi markas markas praktik scamming jaringan internasional, Polresta Yogyakarta menggerebek sebuah ruko di Jalan Gito Gati, Sariharjo, Ngaglik, Sleman, Senin (5/1).

Kasatreskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Riski Adrian, membenarkan adanya pengungkapan dugaan kejahatan siber tersebut. Namun pihaknya belum bisa menjelaskan secara detail penangkapan tersebut.

"Polresta Yogyakarta berhasil mengungkap dugaan tindak pidana scam jaringan internasional yang berlokasi di Jalan Gito Gati," kata Riski Adrian, Selasa (6/1/2026).

Namun demikian, kepolisian masih mendalami kasus tersebut dan belum mengungkapkan secara rinci jumlah tersangka maupun modus operandi yang digunakan. Proses penyidikan masih terus berlangsung.

"Masih dalam pendalaman, perkembangan akan kami sampaikan selanjutnya," ujarnya.

Baca Juga: Tuntunan Islam tentang etika hidup bersama dengan orang lain

Ketua RW Dusun Penen, Donoharjo, Wahyu Agung Purnomo, mengatakan warga tidak menaruh curiga terhadap aktivitas di ruko. Selama ini, ruko diketahui hanya digunakan untuk kegiatan perkantoran.


"Warga itu tidak tahu sama sekali kalau dipakai untuk penipuan. Izinnya juga tidak seperti itu. Pemilik kontrakan pun tidak tahu," ujar Wahyu.

Menurutnya, aktivitas di ruko otu sudah berjalan sekitar satu tahun. Saat warga sempat menanyakan aktivitas di dalamnya, pengelola menyampaikan bahwa ruko digunakan untuk layanan percakapan daring atau biro perjodohan.

"Katanya untuk chat perjodohan. Jadi ya warga mengira itu aktivitas biasa," katanya.

Meski tidak menimbulkan kecurigaan besar, warga sempat mengeluhkan parkir sepeda motor karyawan yang sering memakan badan jalan. Selain itu, kegiatan di dalam ruko sama sekali tidak terlihat dari luar.

Baca Juga: Demokrat laporkan sejumlah akun ke polisi, berikut daftarnya...

"Keluar masuk cuma lewat satu pintu kecil, padahal gerbangnya besar. Dari luar memang kelihatan sepi," tambahnya.

Saat penggerebekan berlangsung, Wahyu diminta hadir oleh kepolisian sekitar pukul 15.15 WIB. Ia melihat langsung sejumlah barang bukti berupa puluhan telepon genggam dan laptop yang diamankan dari dalam ruko.

Selain itu, sekitar 60 orang karyawan turut diamankan untuk dimintai keterangan. "Di dalam ada dua lantai, di atas banyak kamar. Barang buktinya HP dan laptop jumlahnya puluhan," beber Wahyu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Widyo Suprayogi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X