HARIAN MERAPI - Banjir melanda Temanggung di kawasan pemukiman warga di Dusun Jetis, Desa Gambasan, Kecamatan Selopampang, Selasa (8/4/2025).
Warga menyebut, banjir sebagai yang terparah dan berharap pemerintah setempat segera menangani sehingga tidak ada peristiwa serupa.
Bupati Temanggung Agus Setyawan Rabu (9/4/2025) mengatakan pemerintah berusaha untuk menangani banjir yang diantaranya menemukan penyebab, mengkaji dan melakukan berbagai langkah agar tidak ada banjir kembali.
"Kami sudah ke lokasi, melihat kondisi warga dan menemukan penyebab banjir," kata dia.
Disampaikan banjir yang terjadi akibat luapan air sungai sebagai dampak turunnya hujan deras dengan intensitas tinggi.
Dikatakan Agus, pemkab telah menyerahkan bantuan logistik bagi para warga yang terdampak bencana. Nanti akan ada bantuan-bantuan susulan lain.
"Meski tidak bisa memenuhi kebutuhan, paling tidak bisa meringankan beban para korban,” kata dia.
Seorang warga, Hasyim (40), menjelaskan bahwa banjir terjadi akibat adanya luapan air dari sungai Aji dan kiriman dari pintu air Sungai Si Genjik yang mengalir di dekat pemukiman.
Lebih jauh dijelaskan, hujan dengan intensitas tinggi turun pada Selas pukul 16.30 wib selama sekitar dua jam.
Baca Juga: Antisipasi kecelakaan laut, Pemkab Bantul pasang rambu-rambu tanda bahaya di pantai selatan
Air mulai meluber masuk ke pemukiman sekitar pukul 18.30 wib, dengan ketinggian antara 70 cm hingga satu meter.
“Banjir hingga sepinggang orang dewasa dan menimpa rumah sejumlah warga. Ini jadi yang paling parah dibanding peristiwa serupa sebelumnya,” kata dia.
Sekretaris Desa Gambasan, Kurniawan menambahkan, tak hanya merendam rumah-rumah warga, air bah juga menghanyutkan ternak hingga perabot rumah tangga milik warga yang terdampak.
“Mulai ternak bebek milik warga hingga perabot warga hanyut karena kuatnya aliran air,” imbuhnya.