• Kamis, 26 Mei 2022

Menikmati Kelezatan Sapek Panggang Sambil Memandang Indahnya Persawahan di Dangau Pasawangan Agam

- Minggu, 1 Agustus 2021 | 10:25 WIB
Menu khas Dangau Pesawangan, Sapek Panggang. (ANTARA/Dokumen Pribadi)  (ANTARA/Dokumen Pribadi)
Menu khas Dangau Pesawangan, Sapek Panggang. (ANTARA/Dokumen Pribadi) (ANTARA/Dokumen Pribadi)

harianmerapi.com - Pernah mendengar kata Sapek Panggang? Itu adalah nama kuliner yang terbuat dari ikan sapek (sepat) kering lalu dibakar menjadi makanan lezat. Kuliner nikmat yang dapat membuat sensasi berbeda di lidah setiap orang yang memakannya ini mudah didapatkan di Jorong XII Kampuang, Dangau Pesawangan Canduang Kabupaten Agam Sumatera Barat.

Salah satu penikmat kuliner ini, Sati (45), Sabtu (30/7/2021), mengatakan menu maco atau ikan asin panggang jenis sapek dengan sambal lado tanak menjadi pembeda dari seluruh rumah makan dan tempat wisata yang pernah dikunjunginya.

Menempati lokasi di Nagari Canduang Koto Laweh, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam, persisnya di pinggang Gunung Marapi, Dangau Pesawangan, sudah menjadi lokasi tujuan wisata kuliner sejak akhir 2020 lalu.

Baca Juga: Upayakan Peningkatan Kesejahteraan Petani Jeruksari, Pemkab Pekalongan Bantu 20.000 Benih Lele

Menurut Sati, selain makanan khas kampung yang disajikan secara tradisional, lingkungan persawahan di lereng Gunung Marapi dan taman bunga yang dikreasikan pemilik Dangau Pesawangan membuat pengunjung betah berlama-lama di tempat ini.

"Saya sampai harus memesan tempat dua hari sebelum datang karena sering penuhnya saung yang ada, dan kami biasa akan berlama di sini karena suasana asri pegunungan tanpa kebisingan dan asap kendaraan yang benar-benar membuat nyaman," katanya.

Sedang pengelola Dangau Pesawangan, Mira (25) mengatakan, pengunjung selalu ramai datang dari berbagai daerah. Kini pihak pengelola telah menambah saung atau pondok kecil tempat makan.

Baca Juga: Bantu Pemerintah Hadapi Pandemi Covid-19, Hyundai Motor Siap Produksi Oksigen 40 Ton Perbulan

"Sekarang sudah ada sebanyak 14 pondok tempat makan yang disediakan bagi pengunjung ditambah dengan empat meja di bagian depan Dangau," paparnya.

Ia menambahkan, di awalnya pengunjung yang datang dikenakan biaya masuk ke Dangau Pesawangan, karena kebanyakan pengunjung hanya berswafoto di tempat tersebut.

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Sumber: Antara

Tags

Terkini

X