• Rabu, 30 November 2022

Penetapan Dewi Pancuran destinasi wisata baru Boyolali ditandai dengan upacara ritual pengambilan air

- Kamis, 25 Agustus 2022 | 21:43 WIB
Ritual pengambilan air dari sumber Dewi Pancuran di Desa Kiringan Kecamatan Boyolali Kota. (Mulyawan)
Ritual pengambilan air dari sumber Dewi Pancuran di Desa Kiringan Kecamatan Boyolali Kota. (Mulyawan)

HARIAN MERAPI - Sebagai bentuk ucapan syukur akan dibukanya objek wisata Dewi Pancuran diadakan upacara ritual pengambilan air.

Upacara ritual pengambilan air dari sumber Dewi Pancuran di Desa Kiringan, Kecamatan Boyolali Kota dilakukan oleh tiga putri desa dengan diiringi gunungan berupa hasil bumi pada Kamis (25/8/2022).

“Mata air ini tidak pernah kering, meskipun musim kemarau. Dan Mata air ini digunakan untuk penguripan warga Dusun Kiringan,” tutur salah satu sesepuh Desa Kiringan, Joko Sumarno.

Baca Juga: Kalahkan Shi Yu Qi, Ginting susul Jojo ke perempat final Kejuaran Dunia 2022

Diungkapkan oleh Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Boyolali, Supana bahwa Desa Kiringan merupakan salah satu desa dari 15 desa di Kabupaten Boyolali yang sudah mendapatkan SK Bupati Boyolali menjadi desa pengembangan desa wisata.

“Pengembangan desa wisata di Kiringan cukup menggembirakan. Artinya, ada keterpaduan antara wisata alam Dewi Pancuran yang berkolaborasi dengan embung sebagai wisata buatan yang dibangun juga jogging track di sana. Kemudian ada wisata budaya yang dikembangkan pula,” kata Supana.

Kepala Desa Kiringan, Sri Wuryanto menjelaskan bahwa Dewi Pancuran tersebut merupakan sumber mata air yang sepanjang masa tidak akan surut meskipun di musim kemarau.

Baca Juga: 'Cidro Asmoro' perjalanan kisah asmaraNdarboy yang cidera dan merana

Sehingga, pancuran tersebut menjadi sumber pengairan serta menjadi sumber penghidupan masyarakat sekitar.

Halaman:

Editor: Husein Effendi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X