• Minggu, 2 Oktober 2022

Integrasi budidaya klanceng dan tanaman hias untuk pengembangan rintisan Dewita Lorejo Moyudan

- Senin, 8 Agustus 2022 | 22:30 WIB
ebagaian peserta pelatihan foto bersama dengan Tim PPM dari UMBY  (Dok. Humas UMY)
ebagaian peserta pelatihan foto bersama dengan Tim PPM dari UMBY (Dok. Humas UMY)

HARIANMERAPI.com - Berkembangnya kawasan wisata dan kuliner dengan pemandangan perbukitan Menoreh seperti di Nanggulan dan Girimulyo Kulonprogo memberi banyak dampak positif bagi tempat-tempat lain.

Salah satunya, yaitu di Kalurahan atau Desa Sumberarum Moyudan Sleman yang berada di sebelah timur Nanggulan Kulonprogo.

Terutama di Puluhan Sumberarum punya banyak daya tarik, misalnya adanya budidaya tanaman hias serta lebah klanceng, sehingga layak pula dijadikan sebagai rintisan desa wisata (Dewita).

Hal tersebut menjadi salah satu latar belakang bagi tim dosen dari Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) melaksanakan program pengabdian masyarakat (PPM) di Sumberarum Moyudan.

Rangkaian kegiatan PPM tersebut, yaitu pelatihan integrasi budidaya lebah klanceng dengan tanaman hias di Kelompok Usaha Tanaman Hias Lorejo, Puluhan, Sumberarum, Moyudan.

Menurut Dr Ch Lilis Suryani STP MP sebagai ketua tim Pengabdian Masyakat UMBY, dalam pelatihan tersebut diikuti 10 peserta, yakni terdiri dari pembudidaya tanaman hias yang telah mengembangkan berbagai jenis tanaman hias dan bonsai.

“Program pelatihan ini merupakan program pengabdian masyarakat dari UMBY yang ditujukan untuk meningkatkan ketrampilan,” jelasnya.

Bahkan dengan program pelatihan tersebut, lanjutnya, diharapkan bisa meningkatkan pula pendapatan petani tanaman hias melalui integrasi antara tanaman hias dan klanceng dalam rangka merintis desa wisata Lohrejo.

Tim dosen lainnya, Gandung Sunardi SP mengungkapkan, klanceng merupakan kelompok lebah yang berukuran kecil, dan banyak ditemukan di berbagai kawasan di Indonesia, khususnya di daerah pedesaan dan pinggiran hutan.

“Seperti pepatah Bahasa Jawa, Manggar sinangga janur lanang, maka jangan menyepelekan hewan kecil seperti klanceng, karena hewan ini mampu memproduksi madu secara produktif. Bahkan bisa tiga sekali dipanen madunya,” papar Gandung.

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pulau Kangean yang tidak pernah membosankan

Minggu, 17 Juli 2022 | 14:15 WIB

Tour Leader Harus Utamakan Keselamatan Wisatawan

Senin, 27 Juni 2022 | 18:06 WIB
X