• Jumat, 22 Oktober 2021

Enam Objek Wisata di Jawa Barat Jadi Percontohan Standar CHSE, Mana Saja?

- Sabtu, 18 September 2021 | 19:45 WIB
Curug Cikaso di Kabupaten Sukabumi. (ANTARA/HO-Humas Disparbud Jabar)
Curug Cikaso di Kabupaten Sukabumi. (ANTARA/HO-Humas Disparbud Jabar)

BANDUNG, harianmerapi.com - Ada enam destinasi wisata yang ada di wilayah Jawa Barat (Jabar) masuk menjadi percontohan dengan penerapan adaptasi kebiasaan baru dan memenuhi Standar Cleanliness, Health, Safety, Environmental Sustainability (CHSE) sebagaimana yang ditetapkan oleh Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Disampaikan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Provinsi Jawa Barat (Jabar) Dedi Taufik, ketika dihubungi melalui telepon oleh wartawan, Sabtu (18/9/2021), keenam objek wisata yang jadi percontohan Standar CHSE itu adalah Jbound (Kota Bogor), Taman Safari (Kabupaten Bogor), The Lodge (Kabupaten Bandung Barat), Saung Angklung Udjo (Kota Bandung), Glamping Lakeside dan Kawah Putih (Kabupaten Bandung).

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebelumnya mengumumkan 20 tempat wisata yang ikut uji coba pembukaan untuk wisatawan. Ke-20 tempat wisata tersebut tersebar di lima provinsi, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Jawa Timur.

Baca Juga: PSIS Semarang Belum Terkalahkan Setelah Bekuk Persiraja Banda Aceh 3-1

Selain objek wisata, ada 306 hotel dan restoran di Jabar yang juga sudah memenuhi standar CHSE.

Dedi Taufik berpesan kepada wisatawan yang ingin berlibur ke Jabar, syarat utama yang harus dipenuhi yakni sudah melaksanakan vaksin dan menerpakan protokol kesehatan.

"Syarat utama itu vaksin, pastikan menggunakan aplikasi PeduliLindungi, pastikan pemesanan melalui aplikasi semua. Selain siapkan antigen di tempat wisata. Karena pasti di destinasi juga ada screening. Agar aman, cari juga tempat yang sudah CHSE," kata Dedi.

Baca Juga: Minuman Teh Sumber Antioksidan yang Bermanfaat Melawan Radikal Bebas

Dedi tak menampik jika penurunan kasus Covid-19 cukup dilematis bagi sektor wisata. Di satu sisi, ia khawatir terjadi revenge tourism yang berpotensi meningkatkan kasus Covid-19, namun di sisi lain roda ekonomi harus tetap berjalan.

"Memang dilematis. Tapi yang jelas pengunjung harus taat prokes, tetap waspada. Pengelola objek wisata pun harus taat aturan," kata Dedi.

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Baru 9 Objek Wisata di Bantul yang Kantongi CHSE

Rabu, 13 Oktober 2021 | 18:27 WIB
X