• Kamis, 8 Desember 2022

Sejarah Sekaten yang belum banyak diketahui, bermula dari upacara ritual zaman Majapahit

- Sabtu, 1 Oktober 2022 | 18:51 WIB
Prosesi miyos gangsa Sekaten Keraton Jogjakarta tahun 2010. (Koko Triarko)
Prosesi miyos gangsa Sekaten Keraton Jogjakarta tahun 2010. (Koko Triarko)

HARIAN MERAPI - Sekaten memperingati Maulid Nabi di Keraton Jogja memiliki sejarah panjang.

Sejarah Sekaten memperingati Maulid Nabi di Keraton Jogja ini bahkan bermula dari upacara srada zaman Hindu Kuno.

Upacara srada ini di kemudian hari menjadi Sekaten untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

Baca Juga: Cerita misteri mobil baru milik Pak Kirno diparkir di bawah pohon sawo, paginya ditemukan beberapa keanehan

Bagaimana kisahnya sehingga upacara srada itu bisa menjadi Sekaten?

Buku sejarah Sekaten yang disusun oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 1991-1992 mengisahkannya demikian.

Nun di zaman dahulu para raja Hindu mempunyai adat ritual sesaji atau selamatan untuk arwah leluhur yang disebut srada.

Selametan untuk arwah leluhur itu diadakan dalam dua tahapan. Pertama, tahap aswamedha dan tahap kedua asmaradana.

Tahap aswamedha itu berlangsung enam hari dengan acara doa-doa dan tembang pujian disertai tetabuhan. Tahapan ini untuk memuja arwah dan memohon berkat dan perlindungan.

Baca Juga: Vaksinasi di dua sentra vaksin di Sleman masih rutin digelar, jumlah warga yang sudah booster terus meningkat

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X