• Senin, 3 Oktober 2022

Keris yang bernilai adiluhung 6: Selain Mpu Gandring, keris Kyai Setan Kober juga jadi legenda

- Selasa, 12 Juli 2022 | 16:10 WIB
Ilustrasi Arya Penangsang mencabut kerisnya hingga ususnya secara tak sengaja terpotong. ( Pramono Estu)
Ilustrasi Arya Penangsang mencabut kerisnya hingga ususnya secara tak sengaja terpotong. ( Pramono Estu)

HARIAN MERAPI - Keris yang bernilai adiluhung, selain Mpu Gandring, keris Kyai Setan Kober di zaman Kerajaan Pajang juga jadi legenda terkait dengan tewasnya Arya Penangsang

Prasasti Poh (904 M) menyebut keris sebagai bagian dari sesaji yang perlu dipersembahkan.

Berdasarkan peninggalan megalitikum dari lembah Basemah Lahat Sumatera Selatan dari abad 10-5 SM

Baca Juga: Keris yang bernilai adiluhung 1: Dikukuhkan UNESCO sebagai karya adiluhung bangsa Indonesia dan warisan dunia

menggambarkan ksatria sedang menunggang gajah dengan membawa senjata tikam (belati) bentuknya menyerupai keris.

Namun kecondongan bilah bukan terhadap ganja tetapi terdapat derajat kemiringan pada hulunya.

Selain itu satu panel relief Candi Borobudur (abad ke-9) yang memperlihatkan seseorang memegang benda serupa keris

tetapi belum memiliki derajat kecondongan dan hulu/deder-nya masih menyatu dengan bilah.

Baca Juga: Keris yang bernilai adiluhung 2: Keris Mpu Gandring jadi legenda karena melahirkan cerita dan kutukan

Dari abad yang sama, prasasti Karangtengah berangka tahun 824 Masehi menyebut istilah keris dalam suatu daftar peralatan.

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X