• Kamis, 1 Desember 2022

Misteri Warung Kopi dan Bunga Kematian 4: Tujuh Hari Setelah Kematian Gadis, Tumbuh Tanaman Berbunga

- Kamis, 10 Februari 2022 | 20:28 WIB
Tujuh hari setelah kematian gdis itu, tumbuh aneka tanaman yang berbunga (Ilustrasi Pramono Estu)
Tujuh hari setelah kematian gdis itu, tumbuh aneka tanaman yang berbunga (Ilustrasi Pramono Estu)

harianmerapi.com - Badanku terasa begitu capek karena pikiranku sendiri, hingga aku tak mengantuk sedikit pun. Saat melintas sebuah desa, aku ingat betul desa yang semalam kami lewati kemudian mampir mencari kopi.

Tetapi kenapa warung kopi itu tidak tampak sama sekali. Aku ingat, dekat tikungan ada kali kecil dan di sebelah baratnya ada makam, sementara warung kopi itu berada di antaranya.

“Jo, mana warung kopi yang kita mampir semalam?”
“Ah, aku lupa dimana”
“Di sekitar sini Jo, tapi kenapa tidak ada”

Baca Juga: Misteri Warung Kopi dan Bunga Kematian 1: Dikabari Adik Sepupunya Meninggal Kecelakaan

“Apa kamu yakin, Bud?”
“Ya, aku yakin sekali, Jo!”
“Sudahlah, nanti kita mampir warung yang lain saja, Bud”
***

Perjalanan pulang betul-betul terasa hambar, entah apa yang membuat Paijo hanya berdiam diri. Mungkin dia menjadi sungkan karena telah merepotkan aku.

Tidak ingin mengganggu pikiran Paijo, aku pun lebih banyak diam dengan pikiran yang tanpa henti terus berkecamuk. Ingin rasanya perjalanan ini cepat sampai di rumah.

Hampir Maghrib kami sampai di rumah. Badan terasa capek dan ingin rasanya segera berbaring melepas semua penat.

Baca Juga: Misteri Warung Kopi dan Bunga Kematian 2: Bau Amis Darah Berganti Semerbak Wangi Bunga Melati

Paijo pun pamit dan tak lupa berterima kasih padaku. Aku hanya mengangguk. Setelah itu, sudah seminggu Paijo tak menampakkan batang-hidungnya.

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X