• Rabu, 19 Januari 2022

Sering Laku Prhatin dan Ritual di Malam Jumat Kliwon, Mbah Somo Hidup Hingga Usia Seabad dan Gigi Tetap Utuh

- Sabtu, 15 Januari 2022 | 10:00 WIB
Mbah Somo suka melakukan ritual di malam Jumat Kliwon (Ilustrasi Pramono Estu)
Mbah Somo suka melakukan ritual di malam Jumat Kliwon (Ilustrasi Pramono Estu)

harianmerapi.com - Mbah Somo warga desa Banglor mempunyai kebiasaan yang nyleneh. Ia dikenal suka laku prihatin dan ritual di malam Jumat Kliwon. Tak heran jika ia baru wafat di usia seabad dengan kondisi gigi masih utuh.

Bagi Brojol beliau termasuk eyang buyutnya. Ayah Brojol termasuk cucu yang dicintai dan dibelikan sawah satu patok seluas 2000-an meter persegi.

Sehingga Eyang Somo jadi teladan bagi ayahnya, terutama saat memberikan pelajaran hidup. Acuan dan bercermin pada leluhurnya: "Tirulah Mbah-Mbahmu, Nak!"

Baca Juga: Lima Ujian yang Dihadapi Hidup Orang Beriman

Biasanya ketika zaman masih rekoso, cari makan benar-benar sulit. Orang kala itu bekerja hanya untuk cari sepiring nasi. Hal itu gambaran di desa ini, sehingga menjadikan hidup harus prihatin termasuk dengan makan seadanya.

Bagi keluarga Mbah Somo keadaan ini malah memacu untuk giat olah batin. Setiap malam Jumat Kliwon ia mengelilingi desa sampai 3 kali dalam semalam. Laku ritual dengan mubeng desanya sejauh 2 km bahkan lebih dalam tiap satu putarannya.

Kala itu memang belum ada penerangan listrik, hanya lampu minyak sebagai penerangan. Sehingga bila terlihat hanya lamat-lamat dan temaram saja. Begitu pula lakunya pun setelah lingsir wengi atau di atas pukul 12 malam.

Kadang ada tetangganya yang dari jagong bayen melihat saat mubeng desa. Ada yang takut ketika berpapasan, bahkan ada yang menyangka makhluk halus. Hal ini sebagai bentuk laku prihatin.

Baca Juga: Suami Setia 14: Kehidupan Baru Bersama Dua Istri yang Rukun, Kehadiran Anak Melengkapi Kebahagiaan

Lakunya itu hingga membuahkan dhawuh gaib. Yang memerintahkan untuk mengambil emas di sudut desa. Suara gaib itu kian jelas untuk segera mengambilnya. Namun Mbah Somo ragu dan kawatir. Ia takut anak cucunya akan cures atau habis mati semuanya.

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X