• Jumat, 21 Januari 2022

Ki Ageng Makukuhan Alas Sunan Kedu 5: Ditugaskan Sunan Kalijaga Menjadi Nukibah di Kedu

- Jumat, 3 Desember 2021 | 10:00 WIB
                     Makam Sunan Kedu di Gribig, Kudus'           (Dok. Amat Sukandar)
Makam Sunan Kedu di Gribig, Kudus' (Dok. Amat Sukandar)

harianmerapi.com - Di padepokan Bagelen, Joko Teguh diajak bermusyawarah dengan Wongso Menggolo dan Ki Ageng Geseng. Mereka membicarakan rencana yang akan dilaksanakan dalam syi’ar agama Islam di Tanah Jawa.

Sepertinya, pertemuan itu sudah dirancang oleh Sunan Kalijaga. Pertemuan ini menghasilkan keputusan yaitu, Wongso Menggolo menjadi nukibah (ulama) di Bagelen, Ki Ageng Geseng menjadi nukibah di Loano dan sekaligus menjadi imam dengan sebutan Sunan Geseng.

Dan Jaka Teguh menjadi nukibah di Kedu dan bergelar Ki Ageng Kedu atau Syeh Maulana Taqwim. Setelah berbagi tugas itu, Sunan Kalijaga berpamitan kepada mereka untuk melanjutkan perjalanan.

Baca Juga: Cerita Misteri: Istri Melahirkan, tapi Suami yang Kesakitan

Dalam pertemuan ini, Kanjeng Sunan Kalijaga memberikan petunjuk, dalam melaksanakan syi’ar agama Islam dengan mengajarkan cara bercocok tanam terlebih dahulu.

Karena kala itu masih banyak orang yang memeluk agama lama yaitu agama Hindu dan agama Budha. Dan masih banyak lagi petunjuk Sunan Kalijaga kepada Jaka Teguh. Dengan petunjuk-petunjuk Sunan Kalijaga ini, Jaka Teguh semakin mantap hatinya.

Ki Ageng Kedu berangkat menuju ke wilayah Kedu diikuti Bah Beo dan Bah Gedruk. Mereka bertiga mengendarai kuda.

Baca Juga: Mengembangkan Kecerdasan Sosial Anak, Ini Lima Aspek yang Harus Diperhatikan

Sampai di desa Bengkal mereka beristirahat. Tiba-tiba di kejauhan tampak seorang pemuda mengendarai kuda yang larinya sangat cepat.

Ketika pemuda itu sampai di tempat mereka beristirahat, Bah Gedruk mencoba menghentikannya. Namun, pemuda itu tampak tidak mempedulikan keinginan Bah Gedruk, bahkan memacu kudanya.

Sikap pemuda itu sombong, tidak mempunyai tata krama. Ketika melewati tempat ketiga orang yang sedang beristirahat itu, kudanya dipacu sehingga debu-debu beterbangan mengotori dahi dan muka mereka bertiga.
Ki Ageng Kedu hanya tersenyum.

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X