• Selasa, 25 Januari 2022

Mensyukuri Nikmat 11: Salah Tingkah di Depan Istri

- Rabu, 6 Oktober 2021 | 20:00 WIB
Purbo tak berkutik saat ditanya istrinya.  (Ilustrasi Sibhe)
Purbo tak berkutik saat ditanya istrinya. (Ilustrasi Sibhe)

AKHIRNYA dicapai kesepakatan, Purbo akan menikahi Darti secara keluarga. Rencananya, hanya akan dihadiri keluarga terdekat sebagai saksi, dan Pak Penghulu sebagai pihak yang menikahkan.

Tidak ada jalan lain bagi Purbo kecuali menerima kesepakatan itu, ketimbang dirinya nanti dilaporkan ke polisi. Purbo tak bisa membayangkan jika nanti dirinya harus mendekam di penjara, pasti masa depannya akan suram.

Sekarang tinggal memikirkan, bagaimana harus menyampaikan hal ini kepada istri beserta keluarga. Sudah pasti Yani sebagai istri sah Purbo, akan menolak mentah-mentah rencana itu.

Baca Juga: Kejujuran Membawa Nikmat 30: Hidup Berkecukupan Namun Tak Suka Bermewah-mewah

"Kamu harus bisa bicara baik-baik dengan istrimu, karena langkah ini juga demi kebaikan semua pihak," kata Pak Siman memberi nasihat.

Sepertinya memang mudah, tapi Purbo sudah bisa membayangkan pasti tetap akan rumit permasalahannya. Selama ini dirinya sudah mencoba meyakinkan keluarga istrinya, bahwa kandungan Darti belum tentu dia yang harus bertanggung jawab.

Tentu sangat mengejutkan, ketika tiba-tiba Purbo menyanggupi permintaan Darti untuk menikah sekalipun secara siri.

Baca Juga: Motor Diusili karena Sering Membersihkan Area Perempatan Palbapang

Pulang dari rumah Darti, kepala Purbo pun dibuat pusing tujuh keliling. Ia tak bisa berpikir lagi, bagaimana nanti harus bicara dengan mertuanya. Karena itu, sampai rumah Purbo langsung masuk ke kamar secara sembunyi-sembunyi.

Ia tak ingin bertemu terlebih dahulu dengan istri maupun mertuanya, agar bisa berpikir agak tenang. Namun rencananya itu gagal. Di dalam kamar, sudah ada Yani yang sepertinya telah menunggu kehadirannya. Rasa keterkejutan Purbo rupanya terbaca oleh Yani.

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Terkini

X