• Rabu, 26 Januari 2022

Mbah Kyai Pahing 5: Gunungan dan Jajan Pasar Sebagai Bentuk Syukur

- Senin, 27 September 2021 | 15:31 WIB
Kue cucur kudapan kas Menggoro. (Dok. Amat Sukandar)
Kue cucur kudapan kas Menggoro. (Dok. Amat Sukandar)

H. CHABIB Sudarmadi uluk salam dan bersujud untuk ‘maneges’ kepada mBah Kyai Pahing. Dan dia menerima bisikan gaib dari mBah Kyai Pahing.

Bunyi bisikan tersebut demikian: ”Wah, wis titi wancine inyong bakal duwe omah. Ora nganti patang puluh dina omahku dadi. Saka lor kidul wetan kulon bakal padha mbiyantu inyong.” (Wah, sudah saatnya saya akan mempunyai rumah. Tidak sampai empat puluh hari rumah saya jadi. Dari utara selatan timur dan barat akan membantu saya).

Setelah mendapat kepastian tempat makam Kyai Pahing, pembangunan makam pun dimulai. Masyarakat dan pejabat setempat sangat menghormati tokoh ulama Kyai Pahing ini dan mereka bersemangat dalam bergotongroyong membangun makam Kyai Pahing.

Baca Juga: Kejujuran Membawa Nikmat 28: Menjatuhkan Pilihan Hati dengan Hati-hati

Dari pemasangan kijing sampai membangun cungkupnya, selesai dalam waktu dua puluh sembilan hari.

Sebagai ungkapan rasa syukur atas ditemukannya dan dibangunnya makam Kyai Pahing, masyarakat dan pejabat setempat melaksanakan kirab budaya pada hari Ahad Kliwon tanggal 9 Nopember 2012.

Mereka mengusung gunungan tumpeng dan gunungan palawija yang melambangkan kemakmuran sebagai wujud rasa syukur dan sedekah.

Baca Juga: Hantu Jamu Gendong Gentayangan di Jembatan Tempat Ia Dibunuh Preman

Dan tidak ketinggalan disediakan jajan pasar dengan sajian makanan brongkos kupat, cucur dan ondhe-ondhe yang merupakan jajanan kas Menggoro.

Menurut penjelasan H. Chabib Sudarmadi, dalam pembangunan makam Kyai Pahing ini pada tahun 2013 pernah menerima bantuan dana dari pemerintah pusat. Bantuan tersebut diterima dua kali, bantuan yang pertama sebesar Rp. 1,5 milyar dan yang kedua Rp. 1,4 milyar.

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X